Yandex: Kisah kebangkitan 'Google versi Rusia'

YAndex kantor Moskow Hak atas foto Getty Images
Image caption Yandex, perusahaan IT terbesar di Rusia

Ini adalah perusahaan peramban online raksasa. Mereka membangun pelantang pintar dan personal asisten yang diaktivasi dengan suara, juga mengetes mobil tanpa pengemudi. Mereka tidak berasal dari Silicon Valley — melainkan di Rusia.

Di awal tahun 2018, untuk pertama kalinya saya naik mobil tanpa pengemudi. Saya adalah satu dari ratusan orang yang telah menunggu dengan sabar untuk menjajal inovasi ini.

Beberapa orang mengaku kulit mereka terbakar matahari, saking lamanya kami berdiri mengantri. Namun penantian ini tidak sia-sia.

Di akhir hari, kami pulang membawa pengalaman sebagai "penumpang mobil tanpa pengemudi pertama di dunia".

Acara ini terjadi dalam sebuah konferensi teknologi yang diadakan oleh salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Mereka, antara lain, mengembangkan kecerdasan buatan, mobil tanpa sopir, personal asisten, kamus dan penerjemahan online, maketplace, dan pelantang pintar.

Perusahaan ini bukan Google. Perusahaan ini bahkan tidak berbasis di Silicon Valley.

Ada sejumlah mesin peramban online di dunia. Yang terbesar adalah Google, Bing milik Microsoft, Baidu di China, dan Yahoo sebagai pionirnya.

Google adalah yang paling dominan, seiring dengan perkembangannya yang kini bukan sekadar mesin pencari saja. Namun ada satu pendatang lain yang patut dimasukkan dalam daftar ini.

Mungkin orang-orang di luar Rusia, tempatnya beroperasi, bahkan tak pernah mendengar namanya. Perusahaan itu adalah Yandex.

Hampir sama dengan saingannya dari Silicon Valley, "Google-nya Rusia" ini lebih dari sekadar mesin peramban.

Pada akhir 1990-an, laman Yandex.ru diluncurkan. Sekarang, dia telah berkembang menjadi raksasa IT yang merambah ke banyak area.

"Di Barat, mereka menjuluki kami Google dari Rusia, tapi sesungguhnya kami jauh lebih maju dari itu: kami adalah Uber dari Rusia dan Spotify dari Rusia dan banyak hal lain dari Rusia," ujar pendiri dan CEO Yandex, Arkadiy Volozh, pada Mei 2017.

Sebuah USB dengan memori sebesar 4Gb harganya hanya beberapa dolar pada 2018. Saat Yandex didirikan, sebuah drive dengan memori sebesar itu mungkin harganya mencapai ribuan dolar.

Memori sebesar itulah yang dibutuhkan Volozh untuk membuat mesin peramban Yandex pada 1997.

Pada mulanya, Yandex adalah sebuah proyek dari perusahaan telekomunikasi bernama Comptek yang didirikan Volozh nyaris satu dekade sebelumnya.

Bagaimana ceritanya sehingga Yandex menjadi raksasa IT yang meraih $1,3 miliar pada saat IPO pada 2011 — tidak jauh berbeda dari IPO Google sebesar $1,7 miliar?

Hak atas foto Getty Images
Image caption Warga Moskow mengantri untuk menukarkan tape recorder lama dengan pelantang pintar terbaru dari Yandex.

Yandex boleh saja merupakan perusahaan Rusia, namun mereka mulai menarik nama-nama besar yang sebelumnya sudah bekerja di luar Rusia.

Di departemen riset, ada karyawan-karyawan yang sebelumnya bekerja di Google dan Microsoft.

Ini menandakan Yandex menganggap Google sebagai salah satu rivalnya. Ini bisa jadi benar, bila menilik masalah teknologi dan ide.

Olga Maslikhova, seorang investor ventura teknologi, berkata Yandex tidak akan mencoba menyaingi Google di tingkat dunia - mereka akan konsentrasi kepada pasar Rusia.

"Yandex adalah perusahaan publik dan mereka butuh meningkatkan valuasi. Pilihannya adalah memperluas pasar ke negara-neagra lain atau mengembangkan berbagai macam produk di satu negara saja," tukas Maslikhova.

"Perlu diingat, dengan situasi ekonomi Rusia, sangat sulit untuk merambah pasar internasional. Jadi, Yandex memilih strategi pemasaran skala horizontal di tempat mereka telah beroperasi."

Orang-orang yang bekerja di sana, meski begitu, tak melulu orang Rusia. David Talbot, mantan periset bahasa Google, adalah kepala proyek Yandex.Translate.

Talbot bergabung dengan tim yang dipimpin Mikhail Bilenko, yang sebelumnya mengembangkan platform pembelajaran mesin (machine learning) di Mocrosoft, adalah kepala kecerdasan mesin dan periset di Yandex.

Ada kontroversi ketika Talbot akhirnya bergabung dengan Yandes, dan situs penerjemah online mereka kemudian menggunakan sistem neuronet, hanya terpaut sebentar setelah Google Translate menggunakan sistem yang sama.

Namun Talbot mengatakan kepada BBC, arsitektur yang dipakai berbeda, yang berarti mesin Yandex akan berjalan lebih baik untuk penerjemahan Bahasa Inggris ke Rusia.

"Kebanyakan orang melakukan apa-apa di internet secara urun daya," ujarnya.

"Tidak ada sistem urun daya untuk implementasi mesin penerjemahan Google, tapi sudah banyak perangkat online yang tersedia secara urun daya, yang membuat Anda bisa bereksperimen dengan banyak hal. Kita telah melihat keuntungan untuk tidak merahasiakan teknologi. Jika Anda membuatnya urun daya, maka banyak orang akan bereksperimen dengan software Anda dan mereka akan menemukan bugs dan melakukan perbaikan."

Pada pertengahan 2017, Yandex membuka perpustakaan pembelajaran-mesin mereka sendiri. Mereka juga mengembangkan layanan cloud yang bertujuan membantu perusahaan-perusahaan lain mengembangkan produk-produk mereka. Pada akhirnya proses ini akan berujung pada inovasi teknologi pengenalan suara Yandex.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Yandex juga memiliki layanan pengantaran makanan yang dikombinasikan dengan asisten virtual Alisa.

Yandex juga bisa disebut pionir dalam membawa mobil tanpa pengemudi mereka ke jalan.

Misalnya, taksi tanpa pengemudi mereka diluncurkan di daerah pedalaman Kazan, ibu kota wilayah Tatarstan di Rusia.

Kota kecil yang bernama Innopolis ini terkenal memiliki kluster IT sendiri, dan sekarang penduduknya bisa berkendara tanpa memegang setir.

Ini mirip dengan proyek Waymo milik Google, bedanya mobil-mobil pintar ini berseliweran di padang rumput Rusia, dan bukan di Phoenix.

Yandex juga menjadi tempat tujuan bekerja bagi anak-anak muda Rusia yang paling pintar, namun seperti kata Maslikhova, meskipun Rusia memiliki banyak tempat kerja untuk para spesialis teknologi, universitas di negara tersebut tidak membentuk mahasiswa yang "business-minded".

Membangun generasi baru 'Yandexoids' (begitu mereka menyebut karyawan Yandex) juga menjadi tujuan utama perusahaan ini.

Yandex memiliki program untuk mengajari dasar-dasar pemrograman untuk anak-anak.

Yandex School of Data Analysis juga menawarkan kelas-kelas gratis untuk siswa tingkat atas dan pasca-sarjana sejak 2007. Mereka juga memiliki program bersama dengan sejumlah kampus Rusia.

Yandex tidak hanya mencoba mengajari para pengembang dan analis muda untuk bekerja dengan big data dan kecerdasan buatan, namun mereka juga mencoba melibatkan seluruh populasi Rusia.

Platform Toloka milik Yandex memberi kesempatan kepada semua orang untuk membantu mengajari algoritma AI mereka, sambil dibayar.

Ada ratusan tugas yang bisa Anda lakukan di laman web mereka, untuk setiap satu tugasnya Anda bisa dibayar sekitar 5c (Rp71.000), tergantung level kecakapan Anda.

Yang dibutuhkan hanyalah sepasang mata, telinga dan otak — tidak butuh ijazah SMA untuk mengatakan kepada mesin AI apa kalimat yang Anda dengar dalam sebuah rekaman (ya, ini yang Anda lakukan untuk mengajari algoritma mengenali cara bicara manusia).

Usaha Yandex untuk melibatkan publik ke produk mereka tak berakhir di situ. Mereka meluncurkan sebuah aplikasi ponsel untuk proyek Narodnaya Karta ("Peta Umum" dalam bahasa Indonesia), yaitu editor untuk Yandex.Maps (Yandex juga punya aplikasi peta seperti Google Maps).

Narodnaya Karta adalah sebuah alat di layanan Yandex Maps di mana para penggunanya bisa membantu meningkatkan akurasi peta.

Semua pengguna bisa mengusulkan untuk mengedit versi terbaru peta. Semua orang bisa memindai wilayah sekitar mereka dan mengunggah data baru supaya peta terus terkini. Ini adalah kartografi urun daya.

Di masa depan, beberapa proyek bahkan lebih ambisius. Dalam konferensi teknologi terbesar di Rusia yang diadakan oleh Yandex, 'Yet Another Conference' tahun lalu, Arkady Volozh, CEO Yandex, mengusulkan sesuatu yang ambisius. Idenya adalah membuat teknologi larut dalam kehidupan sehari-hari.

Caranya? Dengan membuat teknologi sangat mudah digunakan dan dengan cara senatural mungkin.

Ingin makan pizza? Tidak perlu mencari ke mesin peramban nomor telepon restoran pizza, menelepon, dan memesan pizza.

Cukup tekan sebuah tombol di ponsel dan sampaikan maksud kepada asisten pintar — Alisa, namanya. Mirip Siri di gawai Apple atau Alexa milik Amazon — yang kemudian akan memesankan pizza kesukaan Anda.

Papa John telah mengkonfirmasi kolaborasi dengan Yandex untuk membuat aksi ini bisa dilakukan.

Sebuah platform baru yang dinamai Yandex.Dialogues diluncurkan pada Mei 2018, yakni sebuah platform di mana pengembang pihak ketiga bisa menambahkan fungsi-fungsi tertentu kepada Alisa.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Narodnaya Karta adalah sebuah alat di layanan Yandex Maps di mana para penggunanya bisa membantu meningkatkan akurasi peta.

Pengembangan dan riset AI ini tentu sangat serius, seperti stereotipe yang diberikan kepada orang-orang Rusia, namun di Yandex, mereka berusaha mematahkan pendapat klise tersebut.

Misalnya, para pengguna Yandex.Maps boleh melabeli sebuah tempat dengan emoji (hal ini membuat nyaris seluruh distrik di Moscow ditandai dengan emoji kotoran manusia).

Atau ketika mereka meluncurkan Yandex.Autopoet - sebuah algoritma yang 'menulis' puisi dengan menirukan gaya tulisan pujangga-pujangga terkenal.

Mereka menyediakan kolom penerjemahan puisi menjadi bahasa emoji, bahkan menambahkan kolom bahasa peri dari film Lord of The Ring ke Yandex.Translator beberapa waktu lalu.

Mesin AI Yandex bahkan bisa menulis musik. Dalam Yet Another Conference 2017, sebuah orkestra menampilkan musik pembuka dengan gaya Alexander Scriabin yang ditulis dengan perangkat lunak, untuk merayakan ulang tahun komposer tersebut.

Yandex jelas ingin berada di puncak — meskipun ini berarti mereka harus meminta pada pendaki gunung untuk mengambil foto sembari mereka memanjat gunung, dan membuat foto panorama 360° di puncak Everest untuk Yandex.Maps.

"Kami membutuhkan seseorang untuk menjadi Kepala Proyek Gila," kata Volozh suatu ketika. Dia mungkin tidak bercanda.

Hak atas foto Alexei Druzhinin
Image caption Kesuksesan Yandex membuat Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi kantor mereka.

Yandex bukan lagi sekadar mesin peramban; dia telah beroperasi di area mesin penerjemahan, menjual dan mengantarkan barang, menyajikan makanan, meneleponkan taksi, menjadi bioskop pribadi (berkat database film Kinopoisk), membantu Anda mencari ilmu, bahkan mengejar kereta. Yandex mulai ada di semua aspek kehidupan masyarakat Rusia.

Anda mungkin merasa bahwa telepon pintar Anda bahkan lebih mengetahui Anda ketimbang pasangan sendiri.

Dengan segala keterlibatan Yandex di dalam aktivitas online di Rusia, Yandex memiliki akses pada data pengguna yang sangat besar.

Seluruh data ini 'disuapkan' ke mesin AI perusahaan, yang pada akhirnya membuat mesin ini semakin berkembang lebih besar, dan lebih besar lagi.

Apakah Yandex akan menjadi monopoli di Rusia? Iskander Giniyatullin, seorang partner di ventura teknologi Sistema VC, tidak setuju.

"Kalau Yandex bergabung dengan Uber Taxi, bisa dilihat sebagai hasil kompetisi kedua perusahaan ini. Tapi yang dilakukan Yandex merambah ke area lain yang lebih menjanjikan," ujar dia.

Alexander Larianovsky, yang sudah tujuh tahun bekerja sebagai kepala pengembangan internasional, juga berpendapat demikian:

"Kita melihat hal yang sama terjadi di semua perusahaan di seluruh dunia. Anda harus mengembangkan bisnis, atau menutupnya. Hanya itu pilihannya."

Hak atas foto Artyom Geodakyan
Image caption Yandex berawal dari mesin peramban, dan kini telah merambah ke banyak inovasi teknologi.

Yandex saat ini telah memiliki layanan taksi di Lithuania, Latvia, dan Estonia. Tidak mengherankan bila raksasa IT Rusia ini beroperasi di negara-negara yang dulu merupakan bagian dari Uni Soviet.

Namun ketika Yandex beroperasi di Turki, negara tetangga yang hubungannya pasang-surut, ini sedikit mengejutkan.

Bagi Larianovsky, langkah ini cukup logis. Dia turut membidani lahirnya yandex.com.tr pada 2011.

"Di sekolah kami diajari bahwa Republik Soviet yang masih muda mengajari Republik Turki yang juga masih muda. Secara sejarah, kami saling melihat satu sama lain sebagai teman, bukan musuh."

Yandex masuk ke pasar Turki pada saat Turki masih jauh lebih pro-Barat ketimbang sekarang, ujar Larianovsky.

Namun ia menolak bila dikatakan Turki menjadi pintu gerbang bagi Yandex untuk masuk ke Barat. "Ini hanya upaya pertama untuk pergi ke suatu tempat yang non-Cyrillic."

Valozh mengatakan, perusahaannya bahkan tidak akan mencoba untuk berkompetisi dengan mesin peramban buatan luar Rusia sampai aturan kompetisi berubah. Di saat bersamaan, Yandex sepertinya tidak akan berhenti mencoba melakukan hal-hal baru.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul "The IT behemoth that you might never have heard of" di BBC Future.

Berita terkait