Bahasa Euskara, asal usul bahasa tertua Eropa yang misterius

basque Hak atas foto CHRISTOPHE SIMON/AFP

Dari jendela mobil, saya menyaksikan Spanyol berubah. Dari Madrid yang di pusat negeri sampai ke pesisir utara, tanah yang kosong dan sapi-sapi yang digembalakan beralih ke pegunungan hijau berkabut dan pelabuhan berkilau yang penuh dengan kapal.

Saya pernah mengemudi ke arah utara sebelumnya, tetapi ini pertama kalinya saya berhenti di Getaria, sebuah desa nelayan dari abad pertengahan, dengan pantai-pantainya, ladang anggur dan gereja tempat pembaptisan putra daerah asli pada abad ke-15, Juan Sebastian Elcano, orang pertama yang berlayar ke seluruh dunia.

Pada sore hari, di jalanan yang sempit, asap panas menguar dari ikan yang dipanggang di atas arang di luar.

Dua orang laki-laki berdiri di belakang sebuah truk pengiriman makanan, berbincang-bincang dalam bahasa yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

Suara terpatah-patah yang mereka keluarkan bercampur dengan tetesan air hujan yang berkilau di atas trotoar pada suatu hari di bulan Maret. Belakangan, saya menyadari bahwa mereka berbicara dalam bahasa kuno, yang bergerak tertatih-tatih dan sudah berada di ambang kepunahan.

Euskara yang digunakan di komunitas otonom Navarre di utara Spanyol dan di wilayah Basque di bagian utara Spanyol dan bagian barat daya Prancis, adalah sebuah misteri: bahasa itu tidak diketahui asal-usulnya atau hubungannya dengan bahasa lain, sebuah anomali yang telah membingungkan para ahli linguistik selama berabad-abad.

"Tidak ada yang dapat mengatakan dari mana datangnya bahasa itu," jelas Pello Salaburu, seorang dosen dan direktur di institut Bahasa Basque Universitas Negeri Basque di Bilbao.

"Para peneliti pernah melakukan riset tentang masalah ini beberapa tahun lalu, tetapi tidak ada kesimpulan yang jelas."

Bahasa yang berbeda merupakan titik kebanggaan bagi bangsa Basque. Sekitar 700,000 di antaranya, atau 35 persen dari populasi bangsa Basque, masih menggunakannya.

Tetapi ini justru sasaran tembak diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco, yang selama kekuasaannya dari tahun 1939 sampai 1975, memaksakan pemberlakuan bahasa Spanyol dan melarang bahasa lain, termasuk Euskara (juga disebut Basque).

Hak atas foto euskoguide
Image caption Getaria merupakan desa nelayan dari abad pertengahan di pedesaan Basque, Spanyol, di mana bahasa Euskara yang unik masih digunakan.

Ketika Karmele Errekatxo masih kanak-kanak pada tahun 1960an dan 1970an, dia mengikuti kelas rahasia yang terletak di ruang bawah tanah gereja di Bilbao, Spanyol, sebuah kota di wilayah Basque yang paling padat dan tempat dari Museum Guggenheim yang tersohor. Di sinilah dia belajar bahasa Euskara yang dilarang itu.

"Bahasa adalah identitas dari suatu tempat," kata Errekatxo, yang sekarang berprofesi sebagai guru di Bilbao yang berbicara bahasa Euskara di kelasnya.

"Jika Anda mencabut bahasa dari suatu tempatnya lahir, maka bahasa itu akan mati. Diktator itu mengetahuinya dan menginginkan agar Euskara hilang."

Sekelompok orang tua mendirikan sebuah sekolah rahasia di Basque, atau ikastola, pada 1944. Sampai 1970, sekolah rahasia ini telah memiliki lebih dari 8,000 siswa, menurut Salaburu.

Salaburu diminta menggunakan nama baptis 'Pedro Maria', versi Spanyol dari nama Basque, pada tahun 1951. Dia hanya berbicara dengan bahasa Euskara saat kanak-kanak dan belajar kata-kata Spanyol pertamanya di sekolah sekolah non-Basque di Navarre ketika berusia enam tahun

Hak atas foto Tim Graham/Getty Images
Image caption Bilbao, kota yang paling padat di Basque Country, adalah tempat Museum Guggenheim.

Sampai saat ini, Euskara masih digunakan di kota-kota yang terisolasi dan pertanian-pertanian di Pegunungan Pyrenees dan sepanjang pantai Bay di Biscay, di mana bahasa ini merupakan satu-satunya bahasa yang dikenal oleh beberapa keluarga.

Tetapi tidak terdengar di kota-kota, tempat mata-mata berkeliaran, melaporkan penutur bahasa Euskara kepada polisi.

"Euskara diturunkan ke wilayah intim yaitu di rumah-rumah," kata Errekatxo. "Tapi di kota-kota, dinding-dinding pun dapat mendengar."

Suatu hari pada 1940an, nenek Errekatxo terdengar berbicara dengan bahasa Euskara dengan para penjual makanan dari daerah asalnya, Bermeo, sebuah desa kecil di pantai 34 kilometer timur laut Bilbao.

Dia ditangkap, dibawa ke penjara dan dipaksa membayar denda. Sebelum dibebaskan, sipirnya mencukur kepalanya untuk dipermalukan.

Akibatnya, si nenek tidak mewariskan bahasa Euskara kepada anak-anaknya, termasuk ayah Errekatxo.

"Penindasan terhadap bahasa itu sangat berdampak," kata Errekatco. "Banyak keluarga yang berbahasa Euskara hilang, karena ketakutan. Bahasa itu tidak diturunkan dalam beberapa generasi. Dan akhirnya hilang."

Hak atas foto euskoguide
Image caption Jenderal Franco melarang penggunaan bahasa Euskara, sehingga sekolah-sekolah di Basque mengajarkan bahasa Euskara secara diam-diam.

Tetapi Euskara hidup lebih lama dari kediktatoran, seperti yang sudah terjadi selama beberapa ratus tahun yang tidak dapat dijelaskan.

Para ahli gua, baru-baru ini menemukan sebuah gua kuno di Errenteria, sebuah kota di provinsi Guipuzcoa, di Basque Country, Spanyol, di mana terdapat gambar-gambar peninggalan 14.000 tahun lalu.

Gua-gua prasejarah lainnya di wilayah Basque (termasuk Santimamine di Biscay dan Ekain di Guipuzcoa) dihuni oleh orang-orang sekitar 9.000 tahun yang lalu.

"Tentu saja kami tidak mengetahui bahasa yang mereka gunakan di gua," kata Salaburu. "Tetapi, kecuali kita memiliki data lain yang membuktikan sebaliknya, kita harus berasumsi bahwa bahasa proto itu terkait dengan Basque saat ini."

Ketika orang-orang dari Timur, atau orang Indo-Eropa, mulai berdatangan di Eropa sekitar 3.500 tahun lalu, mereka membawa bahasa-bahasa mereka sendiri dari kebanyakan bahasa Eropa berasal.

Tetapi Euskara tidak punya kesamaan akar dengan Indo-Eropa, dan bahkan,"benar-benar berbeda akarnya," kata Salaburu.

Bahasa ini merupakan satu-satunya bahasa di Eropa yang tidak memiliki hubungan dengan bahasa lainnya, jelasnya.

Hak atas foto Eric Brissaud/Getty Images
Image caption Beberapa lukisan gua prasejarah ditemukan di Basque Country sudah berusia 14.000 tahun.

Di antara beberapa teori tentang asal-usul Euskara: Euskara dan Iberia merupakan bahasa yang sama, atau keduanya berevolusi dari bahasa yang sama.

Seperti halnya Euskara, Iberia (suatu bahasa yang sudah punah, dulunya digunakan di wilayah tenggara Semenanjung Iberia) sangat sedikit kaitannya dengan bahasa utama wilayah ini.

"Iberia -mungkin beberapa bahasa lain, dengan sistem penulisan berbeda- biasanya didefinisikan sebagai lawan dari bahasa latin, dan digunakan di Semenanjung Iberia, yang diperkirakan secara kasar sebagai Spanyol dan Portugal saat ini. Salah satu dari sistem penulisan mereka dideskripsikan di tahun 1920an. Kami tidak memahami hal tersebut, tetapi kami mengetahui bahwa bunyinya begitu mirip dengan Basque," kata Salaburu.

Tonggak sejarah Euskara benar-benar terjadi baru-baru ini, mengingat bahasa itu telah digunakan selama ribuan tahun.

Buku pertama di Euskara tidak dicetak sampai tahun 1545 di Bordeaux, Prancis; sekolah pertama Basque dibuka pada 1914 di San Sebastian (hanya 30 tahun sebelum sekolah-sekolah Basque dipaksa tutup oleh Franco), Spanyol: dan bahasa-bahasa distandarisasi pada 1968, membuka jalan bagi para penulis untuk menulis dalam bahasa Euskara.

Hak atas foto tripadvisor
Image caption Sekolah Basque pertama, atau 'iskatola' dibuka di kota pantai San Sebastian di tahun 1914.

"Sarjana bahasa Basque terbaik, Koldo Mitxelena, pernah berkata, 'keajaiban Basque adalah bagaimana dia bisa bertahan'," kata Salaburu.

"Sungguh, ini merupakan suatu keajaiban, bisa bertahan tanpa memiliki sastra, tanpa orang berpendidikan di Basque."

Euskara telah dibentuk dari waktu ke waktu oleh hubungan Basque yang dekat dengan alam. Lingkungan mereka mengilhami kumpulan kata-kata yang luas untuk menggambarkan lembah-lembah mereka yang menghijau, puncak-puncak yang menakjubkan, garis pantai yang biru dan langit yang lebih biru lagi.

Bahasanya mengandung kosa kata yang bervariasi untuk lanskap, binatang, angin, laut -dan sekitar 100 cara untuk mengatakan 'kupu-kupu'.

Bahasanya mungkin masih ada, sebagian, karena para pembicara awalnya secara geografis terpisah dari belahan dunia lain oleh Pyrenees.

"Tetapi harus saya katakan bahwa Basque juga tidak terlalu terisolasi sebagaimana dikatakan orang, karena banyak orang memanfaatkan tanah ini," kata Salaburu.

"Orang-orang Basque merasa bahasa itu penting untuk mengidentifikasikan mereka sebagai manusia. Mereka hanya tidak ingin kehilangan hal itu."

Pada 1960an, selama serangan Franco terhadap budaya Basque, kelompok teroris ETA (Euskadi Ta Azkatasuna, yang berarti 'Tanah air dan Kemerdekaan Basque') terbentuk, dan membunuh ratusan orang selama dekade berikutnya dalam perjuangannya untuk mendapatkan kemerdekaan wilayah Basque dari Spanyol dan Prancis.

Euskara digunakan anggota ETA dalam surat kaleng untuk menuntut uang dan mengancam melakukan kekerasan terhadap pebisnis dan individu-individu, dan para simpatisan ETA melukis di dinding-dinding slogan-slogan pro-ETA.

ETA, seperti diketahui, kemudian menyerahkan diri pada April 2017.

Hak atas foto RAFA RIVAS/Getty Images
Image caption Karmele Errekatxo: "Ada anggapan bahwa bahasa Euskara dimiliki oleh kaum nasionalis. Saya percaya bahasa itu universal".

"Bahasa Euskara digunakan sebagai senjata. Bahasa ini telah dipolitisir dan dimanipulasi," kata Errekatxo. "Ada anggapan bahwa bahasa Euskara milik kaum nasionalis. Saya percaya bahasa itu universal."

Agar bahasa Euskara tetap hidup, pemerintah Spanyol di wilayah Basque, di mana kebanyakan orang Basque tinggal, baru-baru ini meluncurkan salah satu dari banyak kampanye untuk mendorong penggunaan bahasa tersebut.

Inisiatif-inisiatif ini termasuk sebuah situs digital di mana penutur bahasa Euskara dapat mempraktekkan bahasa itu.

Para pelajar di wilayah ini juga dapat memilih apakah akan belajar dalam bahasa Euskara, Spanyol atau keduanya. Kebanyakan memilih untuk belajar dalam bahasa Euskara, meskipun jarang terdengar di tempat umum; di jalanan di Bilbao, misalnya, masih lebih sering terdengar orang-orang berbicara bahasa Spanyol.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah kita, banyak orang yang mengenal Basque memilih berbicara dalam bahasa Spanyol," kata Salaburu.

"Dan ini adalah sesuatu yang membuat saya merasa tidak nyaman. Pengaruh Spanyol dan bahasa-bahasa lain yang berbeda sangat kuat."

Hak atas foto type-o-tones
Image caption Bahasa Euskara sekarang dinyanyikan, digunakan dan dicetak pada koran-koran di seluruh wilayah Basque.

Di Getaria, bahasa Euskara yang saya dengar adalah versi modern yang dipengaruhi oleh bahasa-bahasa lain.

Saya mengenal beberapa bunyi yang terdengar seperti bahasa Spanyol, seperti ch (tertulis 'tx' dalam Euskara, seperti txangurro, yang berarti kepiting), tetapi ada beberapa persamaan antara dua bahasa.

Contohnya 'terima kasih' adalah eskerrik asko dalam Euskara dan gracias dalam bahasa Spanyol.

Di sekitar wilayah Basque, kata-kata Euskara muncul di rambu-rambu lalu lintas dan di atas pintu-pintu, menyapa para pengunjung ke toko-toko dan bar-bar yang menyajikan txakoli (minuman anggur putih lokal) dan pintxos (roti iris tebal yang dengan toping hidangan laut dan bahan-bahan lainnya).

Bahasa yang dulu dilarang oleh Franco saat ini digunakan di televisi, dinyanyikan, dicetak di koran-koran dan disiarkan di radio.

"Pada tahun 1975, ketika Franco mati, saya kira Basque ditundukkan sebagai sebuah simbol perlawanan terhadapnya, dan banyak orang mulai mempelajari Basque dan merawat bahasanya," kata Salaburu.


Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel yang berjudul The mysterious origins of europe's oldest language ini di BBC Travel.

Berita terkait