Perjuangan bawah tanah perempuan Italia melawan Nazi

Ada Gobbeti Hak atas foto Suzzana Cope
Image caption Ada Gobbeti memimpin grup partisan perempuan, atau 'staffettas' yang menerbitkan dan menidistribusikan literatur anti-fasis.

Saat matahari terbenam di Turin, Italia, jaringan percetakan rahasia di kota itu meraung-raung dan sekelompok perempuan memegang kendali mesin-mesin itu. Suzzana Cope menceritakan pengalamannya menjelajahi apa yang tertinggal dari perjuangan bawah tanah para perempuan tersebut.


Saya merantai sepeda merah saya yang berkarat dan melangkah ke halaman tempat yang dulu digunakan sebagai tempat penyamakan kulit, Conceria Fiori, yang sekarang dihiasi kursi dan meja untuk bersantai dan minum bir.

Tempat ini belum buka hari ini, kosong. Saya langsung memasuki gedung dan berjalan ke atap, tempat Ristorante Piazza dei Mestieri menyajikan pasta dan coklat buatan sendiri.

Tapi saya di sini bukan untuk makan, saya ke sini untuk belajar tentang gerakan anti-fasis yang mengambil tempat di sini, dan seluruh Turin, Italia, selama Perang Dunia II.

Setelah saya menjelaskan maksud saya kepada pelayan, dia meraih sebuah rangkaian kunci dari laci si nyonya rumah dan memberi isyarat agar saya mengikutinya.

Hak atas foto MARCO BERTORELLO/GettyImages
Image caption Kota Turin menjadi pusat aktivitas perlawanan setelah pemerintahan Benito Mussolinni jatuh pada 1943

Dia membawa saya keluar restoran dan menuruni beberapa anak tangga ke ruang bawah tanah. Pintu baru mengganti fondasi batu bata menuju "Gua", sebuah ruang makan pribadi yang dipenuhi ratusan botol anggur.

Tujuh puluh tahun yang lalu, bagaimanapun, ruangan bawah tanah ini, yang kemudian disembunyikan di ujung lorong tersembunyi, memiliki mesin cetak yang digunakan untuk menerbitkan literatur anti-fasis - yang sebagian besar diproduksi oleh wanita.

Hak atas foto Suzzane Cope
Image caption Bilik di tempat penyamakan kulit Conceria Fiori dulu digunakan sebagai tempat persembunyian percetakan gerakan perlawanan

Akhir dari Perang Dunia I memicu bangkitnya fasisme di Italia. Saat menyebar di seluruh negeri, menyalip ekonomi lokal dan menekan kebebasan sosial, oposisi tumbuh perlahan dan secara mantap di belakangnya.

Jatuhnya pemerintahan Benito Mussolini pada tahun 1943 dan pendudukan Italia oleh Nazi Jerman membuat upaya oppsisi makin intensif, yang kemudian dikenal secara formal sebagai La Resistenza ('Perlawanan')

Saat senja turun di piazza Turin, pegawai Conceria Fiorio dan tangan mereka yang beraroma kulit sudah selesai bekerja, di malam hari percetakan rahasia mulai hidup, mencetak selebaran feminis dan salinan surat kabar anti-fasis La Riscossa Italiana.

Mengambil nama dari surat kabar pemerintah La Riscossa yang mencetak berita berisi pujian untuk Hitler, La Riscossa Italiana menampilkan upaya rinci dari gerakan anti-fasis dan melaporkan kebohongan yang diberitakan oleh rekan fasisnya.

Siapa pun yang tertangkap sedang menulis, mencetak atau mendistribusikan La Riscossa Italiana bisa dipukuli, ditangkap atau bahkan dibunuh.

Hak atas foto Suzzana Cope
Image caption Siapa pun yang tertangkap sedang menulis, mencetak atau mendistribusikan La Riscossa Italiana bisa dipukuli, ditangkap atau bahkan dibunuh

Penerbitan sebuah surat kabar bawah tanah seperti La Riscossa Italiana memiliki jaringan pendukung setia yang luas, yang dijaga dengan sangat teliti oleh Ada Gobetti, seorang janda filsuf anti-fasis terkenal dan penulis Piero Gobetti.

Karena perempuan tidak memiliki hak untuk memilih atau berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan sampai setelah Perang Dunia II, mereka cenderung untuk tidak dicurigai dalam keterlibatan mereka di ranah politik -yang berarti mereka dapat dengan mudah memberitakan gerakan perlawanan dan mendistribusikan surat kabar oposisi.

Di bawah bimbingan Gobetti, para wanita La Resistenza mengangkut dan menyembunyikan mesin cetak, menulis artikel dan menerbitkan surat kabar.

Buku harian Gobetti, yang awalnya ditulis dalam sandi dan kemudian diuraikan dan diterbitkan dengan judul A Partisan Diary, menggambarkan berkali-kali dia dan rekan stafnya, atau kurir wanita, akan duduk mengelilingi api di rumahnya di Via Fabro 6 di Turin untuk menulis selebaran atau membuat rencana untuk distribusi.

Setelah kunjungan saya ke Concercia FIori, saya membuka kunci sepeda saya dan mengayuhnya sejauh dua kilometer ke arah tenggara, menuju tempat penyamakan tua sesuai alamatnya di tengah Turin.

Di rumah Gobbeti, yang secara ajaib tidak pernah ditemukan sebagai titik temu partisan, sekarang menjadi tempat Pusat Studi Piero Gobetti, merupakan pengarsipan karya Gobetti, termasuk beberapa selebaran feminis yang tersisa yang beredar selama perang.

"Salah satu hal terpenting bagi Ada adalah solidaritas, dan dia pikir pendidikan adalah cara untuk [menciptakan] itu," kata Angela Arceri, seorang peneliti yang bekerja di pusat tersebut "Dia melakukan itu melalui terbitannya."

Arceri menjelaskan bahwa pemerintah fasis Italia mengajarkan wanita bahwa peran mereka ada di rumah. Keterlibatan Gobetti terhadap wanita di La Resistenza memungkinkan mereka memperjuangkan hak mereka sendiri.

"Saya melihat Ada sebagai salah satu feminis pertama di Italia," kata Arceri.

Hak atas foto Suzzana Cope
Image caption Perpustakaan Ada dan Piero Gobetti sekarang menjadi rumah bagi sisa-sisa leaflet feminis yang didistribusikan selama perang.

Ketika saya duduk di meja kayu yang berat di perpustakaan, dengan hati-hati menangani koleksi arsip La Resistenza, saya dapat melihat ambang jendela tempat Arceri memberi tahu saya Ada akan menaruh bunga pot untuk menunjukkan bahwa aman bagi stafnya untuk masuk, mungkin membuat rencana untuk mengangkut publikasi terlarang atau mungkin hanya untuk makanan hangat.

Saya memikirkan pertaruhan yang dia dan timnya telah lakukan. Meskipun kertas-kertas itu terasa tipis di tangan saya, makna kertas-kertas itu tidak bisa diabaikan.


Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini, How Italian Women used words to fight the Nazis di BBC.

Topik terkait

Berita terkait