Tradisi memandikan mobil baru dengan bir di Copacabana

Ribuan orang datang ke Copacabana, Bolivia setiap tahunnya untuk memberikan persembahan pada Pachamama, atau Ibu Bumi. Hak atas foto Margie Politzer/Getty Images
Image caption Ribuan orang datang ke Copacabana, Bolivia setiap tahunnya untuk memberikan persembahan pada Pachamama, atau Ibu Bumi.

Copacabana, Bolivia, yang terletak di ujung selatan Danau Titicaca, terkenal dengan berbagai keajaiban, tradisi kuno, dan ritual keagamaan, termasuk salah satunya memandikan mobil baru dengan bir dingin.

Hal pertama yang terlintas di benak saya, Copacabana, Bolivia terlihat seperti Pantai Amalfi, Italia.

Dari jarak jauh, di seberang Danau Titicaca dengan air yang gelap dan bergelombang, Copacabana memiliki penampakan yang mirip dan sedikit kering, dan sisi bukitnya sama-sama memiliki rumah-rumah dengan cat warna mencolok dan hotel bernuansa terracotta. Garis tipis pasir putih berbatasan dengan laut yang berbatu.

Tapi ketika saya tiba di alun-alun utama, semua bayangan akan Amalfi pun menghilang.

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Copacabana adalah titik masuk utama bagi mereka yang melakukan perjalanan dari Peru menuju Bolivia.

Di pusat kota Copacabana yang ramai dan padat, di antara jalan-jalan berbatu dan pasar yang penuh warna, gereja Basilica of Our Lady Copacabana mencuat dan berwarna putih, dengan sedikit keramik berwarna di sekitar gerbangnya.

Kota ini terletak di ketinggian yang luar biasa, 3.841m di atas permukaan lain, jauh di atas langit Bolivia yang biru cerah.

"Ini adalah tempat yang sangat suci bagi warga Bolivia dan Peru," kata Gustavo Morales, pemandu wisata saya yang orang Bolivia.

Dia menjelaskan bahwa Copacabana adalah jalan masuk utama bagi mereka yang melakukan perjalanan dari Peru menuju Bolivia.

"Ribuan orang datang ke sini setiap tahunnya untuk memberikan persembahan pada Pachamama, atau Ibu Bumi. Dikatakan bahwa Perawan Copacabana memperpanjang hidup bagi manusia dan mesin. Setiap kali Anda membeli mobil baru, perjalanan panjang pertama Anda harus ke sini, Copacabana, agar mobil itu bisa diberkati untuk perjalanan yang aman untuk selanjutnya. Ini adalah sebuah perayaan besar."

Kami berjalan kaki melewati puluhan mobil yang parkir, dihiasi penuh oleh bunga segar dari bumper sampai fender.

Perempuan-perempuan lanjut usia yang mengenakan aguavo (syal tenun tradisional) warna cerah menyingsingkan rok hitam mereka yang berat untuk menaiki tangga.

Mereka menaruh gladiola di atap mobil sementara para pendeta berjalan di belakang mereka, menebar air suci dari ember plastik ke mesin yang terbuka.

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Orang membawa mobil baru mereka ke Copacabana untuk diberkati.

Saya bisa mendengar percakapan dan ucapan bersulang dalam bahasa Spanyol dan bahasa suku Andes, Aymara.

"Banyak mobil yang dibawa ke sini adalah mobil bekas," kata Morales.

"Tapi karena mobil ini baru bagi pemiliknya, mereka membutuhkan berkat itu. Pemberkatan ini sebenarnya agar orang-orang yang di dalam mobil bisa selamat dalam mobil baru mereka."

Sebagian orang datang dari La Paz, Oruro, bahkan sampai jauh, dari Santa Cruz de la Sierra atau Potosí.

Morales menjelaskan bahwa setelah pemberkatan, pemilik dan warga setempat menuangkan bir ke mobil untuk menghilangkan dahaga Pachamama.

Saya bisa melihat ada jalan-jalan batu yang memiliki noda akibat di tempat-tempat itulah orang sering menyiramkan minuman mereka.

"Para pendeta tidak akan menyiram bir, tapi jika hari itu panas, Anda bisa melihat salah satu dari mereka meneguknya," kata Morales.

"Bir ini adalah tradisi baru untuk menandai perayaan oleh para pemilik mobil. Setelah mobil diberkati, ini saatnya untuk perayaan. Dan orang-orang Bolivia serta Peru suka minum, jadi tradisi itu semakin menguat."

"Buat apa kelopak mawarnya?" saya bertanya.

"Kelopak mawar ini lebih soal status," kata Morales. "Disebar ke mobil, dan bir membuat kelopak mawar ini menempel. Jadi jika mobil Anda berjalan, semua orang yang Anda lewati tahu bahwa Anda punya mobil baru yang baru saja diberkati di Copacabana."

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Setelah pemberkatan, orang-orang menuang bir pada mobil untuk menghilangkan dahaga Pachamama, atau Ibu Bumi.

Menurut Morales, pemberkatan mobil dan penyiraman bir ini mulai ada sekitar 1940an atau 1950an saat sebagian besar orang Bolivia dan Peru mulai bisa membeli mobil keluarga.

Tak mampu membawa kapal, rumah, ternak atau tanah ke Basilica of Our Lady Copacabana, orang-orang yang mencari peruntungan yang baik akan membawa harta paling besar dan paling mahal, tapi paling mudah berpindah, yang mereka punya — mobil mereka — ke tempat suci tersebut.

Meski begitu, pamor kota itu sebagai tempat ziarah sudah diketahui jauh sebelum mobil menjadi hal yang bisa dibeli.

Bahkan Copacabana sudah menjadi tempat suci sekitar tiga abad sebelum mobil diciptakan.

"Copacabana adalah area yang membuka pintu masuk ke Isla del Sol, kuil Inca kuno," kata Guillermo Delgado, profesor dan antropolog di University of California di Santa Cruz dan pakar budaya Bolivia.

"Kisah ini berawal di Copacawana — nama asli kota tersebut — tempat kuil ditujukan untuk pemujaan Matahari, yang dianggap dewa bagi suku Inca. Copacawana menjadi kuil dan tempat tinggal Acllas, para perempuan terpilih."

Saat orang Kristen datang dari Spanyol pada awal abad 16, para pendeta ingin mengkristenkan penduduk lokal Aymara dan membuat mereka menganut Katolik.

Mereka menggantikan Perawan Maria ke pemujaan warga setempat akan matahari dan Ibu Bumi.

"Proses ini disebut 'transkulturasi'…pengakuan akan lapisan budaya sebelumnya dan budaya Kristiani," kata Delgado. "Mereka saling melengkapi satu sama lain dan tidak saling bertentangan."

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Gustavo Morales: ""Bir ini adalah tradisi baru untuk menandai perayaan oleh para pemilik mobil."

Agama-agama ini yang bekerja bersama membantu menguatkan reputasi Copacabana sebagai tempat suci — yang dikuatkan dengan dua legenda.

Legenda pertama terjadi pada akhir 1500an saat seorang pedagang Inca bernama Tito Yupanqui diyakini memahat patung Perawan Maria yang tingginya sekitar 1 meter menggunakan kayu warna gelap.

Beberapa cerita mengklaim bahwa Yupanqui bahkan bukan seorang seniman pemahat, tapi dengan bantuan dan bimbingan dari kekuatan ilahi, dia tahu caranya memahat satu patung itu, yang kemudian dikenal sebagai Morena, Perawan Gelap atau Madonna Hitam.

Legenda kedua adalah tentang nelayan Brasil, yang diyakini terperangkap dalam badai dahsyat di Danau Titicaca dan diselamatkan saat tenggelam oleh patung Perawan Gelap itu, yang kemudian membimbing mereka dengan selamat sampai ke pantai, atau dengan berdoa ke Perawan Maria.

Pantai Copacabana yang terkenal di Brasil mengambil namanya dari kisah ini; sebuah penghormatan akan kesucian Copacabana, Bolivia.

"Ramos Gavilán, seorang pendeta Agustinus pada 1621, diketahui menulis koleksi 132 'keajaiban' yang dibuat oleh Perawan Copacabana," kata Delgado.

"'Keajaiban' nelayan Brasil tampaknya adalah yang populer, meski ada banyak varian dari kisah yang sama."

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Copacabana sudah menjadi tempat suci jauh sebelum kendaraan diciptakan.

Meski tak ada yang bisa dengan pasti menjawab bagaimana patung itu muncul - namun patung itu benar ada.

Patung itu kemudian mendorong pembangunan sebuah kapel kecil untuk menaungi patung itu pada 1580an. Kapel itu kemudian berubah menjadi katedral pada 1620 dan kemudian menjadi gereja Basilica of Our Lady of Copacabana, yang baru selesai total pada 1805.

Sampai sekarang, para pengunjung bisa menemukan patung Perawan Gelap di sana.

"Patung ini tak pernah dipindahkan, karena diyakini bisa muncul banjir besar," kata Morales.

Di dalam katedral Copacabana yang terkenal, hiasan dengan detil rumit terlihat di sekitar pilar dan lengkung bangunan. Bunga memenuhi altar dan lilin pun menyala di lampu redup.

Di tengah hiasan yang berkilau, patung itu pun berdiri di atas alas yang kecil dan dipahat serta bisa berputar.

Patung pun bisa menghadap depan saat ada misa yang penuh di ruang utama atau menghadap ke kelompok yang lebih kecil di kapel di sisinya. Orang juga meyakini bahwa patung itu bisa berputar agar bisa menjaga baik Peru maupun Bolivia.

Hak atas foto Jenny Adams
Image caption Para pendeta akan memberkati mobil setiap hari di Copacabana, meski Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang paling populer.

Para pendeta akan memberkati mobil setiap hari di Copacabana, meski Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang paling populer, dan paling ramai adalah saat masa Karnaval dan hari libur agama seperti Paskah, selain juga Hari Kemerdekaan bagi Peru dan Bolivia, yaitu pada akhir Juli dan awal Agustus.

Selain mobil, apa lagi yang harus dibawa?

"Biayanya sekitar 200 Bolivianos untuk memberkati mobil...dan selusin botol bir dengan ukuran yang biasanya dibeli orang," kata Morales.

"Mereka akan menggunakan dua atau tiga botol di badan mobil dan ditumpahkan untuk Pachamama, dan sisanya mereka minum. Idealnya Anda sampai pada akhir pekan dan menginap semalam. Selalu ada banyak perayaan di Copacabana untuk kemudian langsung pulang mengendarai mobil baru."

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di The curious customs of Copacabana di laman BBC Travel

Berita terkait