Lima negara yang paling berdampak pada budaya dunia

U.S. News & World Report menyusun peringkat negara paling berpengaruh berdasarkan faktor-faktor seperti gengsi dan trend. Hak atas foto Alexander Spatari/Getty Images
Image caption U.S. News & World Report menyusun peringkat negara paling berpengaruh berdasarkan faktor-faktor seperti gengsi dan trend.

Bukan kekuatan militer, politik ataupun ekonomi, tapi budaya dari lima negara inilah yang paling banyak berdampak pada dunia.

Pengaruh global suatu negara sering diukur lewat kekuatan militer, politik atau ekonomi, tapi ada beberapa negara dengan kekuatan budaya — lewat makanan, mode serta hiburan — yang paling berdampak di dunia.

Baru-baru ini U.S. News and World Report menyusun peringkat negara-negara yang budayanya paling berpengaruh.

Pemeringkatan ini dilakukan berdasarkan faktor-faktor penilaian seperti gengsi, mode, trend, kebahagiaan, modernitas atau berpengaruh secara budaya dari sisi hiburan.

Banyak dari 10 negara teratas dalam peringkat ini berada di Eropa, termasuk Italia, Spanyol, Prancis dan Inggris, tapi negara-negara seperti Jepang juga termasuk di sini (mendapat peringkat tinggi karena dianggap modern dan bergengsi), begitu pula Brasil (karena warganya yang bahagia dan berpengaruh dari sisi hiburan), dan AS (karena modern dan berpengaruh secara budaya).

Kami berbicara dengan warga dari lima negara yang berada di peringkat teratas untuk membantu menjelaskan bagaimana budaya negara mereka berpengaruh, mempengaruhi dunia, dan seperti apa rasanya tinggal di tempat yang menggambarkan keunggulan internasional.

Italia

Terkenal karena berbagai merk desainer seperti Valentino, Armani, Versace dan Gucci, Italia mendapat nilai sempurna karena faktor 'bergaya' dan 'trendy', dan ini tidak mengagetkan bagi warga Italia seperti Lucio Buffalmano, pendiri blog ThePowerMoves.com, yang berasal dari Abruzzo, timur Roma.

"Mungkin ini klisé, tapi orang Italia sangat peduli dengan apa yang terlihat bagus, dan orang Italia memang lebih memberi perhatian daripada kebanyak orang soal terlihat bergaya."

Namun reputasi mereka untuk memperhatikan detail tak hanya terbatas pada soal mode saja.

"Italia punya dampak besar dalam banyak hal yang berhubungan dengan gaya, dari makanan sampai furnitur," kata Angela Corrias, yang berasal dari Sardinia tapi kini tinggal di Roma dan menulis blog di Rome Actually.

Makanan di negara itu punya pengaruh besar. Untuk merasakan secara langsung pengaruh kuliner Italia, Corrias menyarankan agar datang ke ibu kota, Roma.

"Krisis keuangan memang berpengaruh, tapi orang Roma tak akan melepaskan kebiasaan mereka makan di luar," kata Corrias.

"Di situ, Anda bisa mengeksplorasi rasa-rasa tradisional dan juga resep yang diciptakan dengan cita rasa modern. Restoran Porto di kawasan Prati misalnya menyajikan versi makanan laut dari masakan tradisional cacio e pepe (pasta yang dibumbui keju pecorino Roma dan lada hitam), dan mungkin ini terdengar aneh, tapi kombinasi keju dan makanan laut benar-benar lezat."

Hak atas foto Buena Vista Images/Getty Images
Image caption Milan adalah kota bisnis dan mode Italia, tapi juga memiliki restoran berkualitas.

Berbagai tujuan budaya yang menarik untuk orang asing termasuk Bologna, yang juga dikenal sebagai salah satu tujuan gastronomi, serta Milan yang merupakan kota bisnis dan mode terbesar tapi juga punya banyak restoran berkualitas selain juga komunitas warga asing yang besar dan hidup.

Prancis

Prancis mendapat nilai tinggi dalam aspek 'modern', 'bergengsi' dan 'gaya', dan gaya hidup 'je ne sais quoi' khas Prancis banyak ditiru oleh orang-orang di seluruh dunia.

Roobens Fils yang sudah lama tinggal di Paris tak menyadari bagaimana berpengaruh budayanya itu sampai dia melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan Asia.

"Orang-orang di tempat-tempat yang jauh menyukai dan terinspirasi oleh makanan Prancis, seni Prancis dan gaya mode Prancis. Saya bertemu orang di Iran yang mengatakan bahwa mereka menyukai Molière! Saya kaget! Mereka tahu Molière di Iran!" kata Fils, yang menulis tentang perjalanannya di blog Been Around the Globe.

Hak atas foto Peter Phipp/Getty Images
Image caption Gaya hidup 'je ne sais quoi' khas Prancis adalah sesuatu yang banyak dicoba ditiru oleh dunia.

Jelas, Paris adalah kota yang harus dituju untuk merasakan budaya Prancis, dari mode sampai makanan, tapi Bordeaux, Lyon dan Toulouse juga pilihan tujuan yang luar biasa dan lebih kecil.

"Bordeaux adalah kota yang sangat prestisius, dan ada banyak wine bagus yang diproduksi di area itu," kata Fils.

Kota itu juga memiliki paling banyak bangunan bersejarah di negara tersebut, selain Paris. Lyon, kota terpadat ketiga di Prancis, juga dikenal karena tradisi kuliner dan telah mencetak beberapa chef Michelin.

Toulouse, ibu kota wilayah selatan Prancis, Occitanie, membanggakan dirinya dengan sejarah panjang 2.000 tahun ke belakang ke era Visigoth dan Romawi kuno, serta arsitektur terakota pink yang membuatnya dijuluki 'La Ville Rose'.

Orang Prancis sangat membanggakan identitas mereka yang mempengaruhi dunia, dan ini termasuk bahasa Prancis — yang bisa jadi menantang bagi warga asing.

"Sebagian besar orang di Prancis tidak berbicara bahasa Inggris, atau mereka bicara bahasa Inggris patah-patah. Kadang mereka bisa bicara bahasa Inggris, hanya mereka tidak mau," kata Fils.

"Orang asing harus beradaptasi dengan Prancis, karena orang Prancis tak akan mau berusaha beradaptasi dengan Anda."

Hak atas foto Aldo Pavan/Getty Images
Image caption Toulouse, Prancis, dijuluki La Ville Rose, membanggakan sejarah 2.000 tahunnya.

Amerika Serikat

Film, musik serta acara televisi Amerika Serikat yang dinikmati secara global membuat negara ini mendapat nilai tinggi untuk 'modern' dan 'berpengaruh dalam hiburan'.

Bahkan saat negara lain telah lebih dulu melakukannya, seperti genre acara TV realita yang berawal di Inggris, Amerika Serikat diakui membuat tren itu lebih besar dan lebih populer di seluruh dunia.

Industri teknologi negara itu, yang merupakan tempat asal Facebook, Twitter, Google dan Amazon, juga memiliki dampak. Ada miliaran orang yang setiap harinya berinteraksi dengan berbagai layanan serta jaringan sosial yang populer tersebut.

Identitas Amerika yang berpengaruh ini berakar pada kekuatan kemungkinan dan bermimpi besar melebihi posisi dan situasi mereka dalam hidup yang sederhana.

"Di sini kami masih percaya dengan 'Mimpi Amerika', dan ini hanya mungkin terjadi di bekas koloni Inggris yang berisi pengutang, budak, orang-orang yang dipersekusi karena agama, dan orang-orang miskin dunia," kata Andrew Selepak, profesor di departemen telekomunikasi di University of Florida, dan direktur program media sosial.

Hak atas foto PS Photography/Getty Images
Image caption Film, musik dan program televisi yang dibuat di AS dinikmati secara global.

New York City, kota terbesar negara itu, merupakan perwujudan nilai-nilai tersebut. Kata-kata Frank Sinatra, "Jika saya bisa berhasil di sana, maka saya akan berhasil di mana saja", masih berlaku di Big Apple, atau kota yang tak pernah tidur.

Di pesisir barat, Hollywood di Los Angeles memproduksi hiburan yang membentuk budaya di AS dan di seluruh dunia.

"Acara televisi Amerika dan film yang dibuat di sini mempengaruhi cara kita berbicara, berpakaian, apa yang kita tonton, dan siapa kita," kata Selepak.

Namun, antara dua kota itu, ada geografi luas membentang yang mencakup samudera, padang pasir, ladang pertanian, dan pegunungan. Dan dengan 300 juta penduduk, negara itu membanggakan keragaman mereka.

"Sama halnya seperti latar etnik kami, kami dibesarkan dengan budaya serta nilai yang berbeda-beda," kata Jon Salas, yang tinggal di Boston dan menulis di blog The Running Publicist.

"Mirip dengan geografi negara ini. Tergantung dengan kepribadian Anda dan bagaimana Anda hidup, pengalaman Anda di AS akan berbeda di setiap kota. Miami berbeda dengan Chicago, dan New Orleans tidak sama dengan New York City. Setiap kota dibentuk oleh sejarah dan orang-orangnya. Jika pengalaman di satu kawasan tidak seperti yang Anda harapkan, maka coba kunjungi kawasan lain di negara ini."

Spanyol

Spanyol dulunya adalah salah satu penakluk dan kerajaan terbesar dunia, dan kini negara itu meninggalkan jejak mendalam di Amerika Selatan sampai Hindia Belanda.

Bahasa Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan di dunia setelah Cina, jika dilihat dari jumlah pemakainya dan kekuatan film-film, acara televisi serta musik berbahasa Spanyol yang mendorong pamor negara ini.

Hak atas foto David C Tomlinson/Getty Images
Image caption Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan di dunia.

"Dari bahasa Spanyol sampai agama, makanan, festival dan banyak aspek lain, ke manapun saya melakukan perjalanan, mudah menemukan sedikit jejak negara saya," kata Inma Gregorio, dari daerah Galicia dan menulis blog di A World To Travel.

Budaya tapas Spanyol sudah menyebar secara internasional, tapi terus saja terhubung ke masyarakat lokal.

"Makanan di sini adalah bagian dari cara menjalani hidup," kata Andre Arriaza yang tinggal di Barcelona dan merupakan pendiri Barcelona Eat Local Culinary Experiences.

"Makan adalah cara berbagi, baik itu bersama teman-teman atau orang asing di sekitar Anda, yang selalu saja saling mengobrol," katanya.

Cara sosialisasi seperti ini menjadi penting di negara yang selalu memprioritaskan keluarga dan teman di atas pekerjaan, contohnya lewat jam makan siang yang panjang (termasuk sobremesa) dan acara kumpul keluarga sebagai hal yang biasa.

"Kami bekerja untuk hidup, bukan sebaliknya," kata Gregorio. "Bahkan tahun lalu saat krisis (konstitusional), bar-bar tetap penuh setiap harinya."

Dan perbedaan ini sangat dihargai oleh Cory Varga, seorang warga Inggris yang tinggal di Seville selama enam bulan terakhir dan menulis blog di You Could Travel.

"Kami suka tinggal di Spanyol karena semua orang terasa sangat santai. Mereka melihat hidup sebagai sesuatu yang harus diresapi dan dinikmati."

Hak atas foto Denis Doyle/Getty Images
Image caption Budaya tapas Spanyol telah menyebar secara internasional.

Ini tidak mudah bagi semua pekerja asing yang harus menyesuaikan diri dengan jadwal santai dan makan malam yang larut.

Bisa berbahasa Spanyol mungkin membuat hidup pekerja asing lebih mudah, tapi bahasa bukan hambatan besar, sebagian besar kota punya banyak sekolah berbahasa Spanyol dan penduduk setempat pun biasanya akan mencoba membantu.

"Orang-orang Spanyol itu ramah," kata Bernard Sury, yang berasal dari Brussels dan kini tinggal di Valencia, sebagai pendiri GuruWalk.

"Bahkan jika mereka tidak mengerti Anda, mereka tetap akan mencoba menolong."

Inggris

Inggris mendapat skor tinggi di aspek 'prestisius'.

Warga Inggris sangat membanggakan kemampuan mereka untuk menggabungkan etos kerja yang kuat, kreativitas dan keterbukaan pada perubahan untuk menghasilkan inovasi baru.

"Kami punya beberapa universitas terbaik dunia, dan kemampuan entrepreneur," kata penduduk London dan penulis Ian Hawkins. "Jangan lupa, kode mesin, komputer dan www semua diciptakan oleh orang Inggris."

Hak atas foto Brian Bumby/Getty Images
Image caption Menurut U.S. News & World Report, Inggris mendapat skor tinggi di 'prestisius'.

Pengaruh serta fleksibilitas bahasa Inggris mendorong Inggris menjadi tempat tujuan bagi mereka yang ingin menciptakan masa depan baru.

"Bahasa kami kaya dengan peminjaman dari bahasa lain, dan murah hati dalam menerima orang-orang yang mempelajarinya," kata Hawkins.

"Teman saya dari Venezuela datang ke London 11 tahun lalu dengan £700 di kantungnya dan tak bisa bicara bahasa Inggris. Sekarang dia menjadi konsultan bisnis dan mengelola lebih dari 30 restoran dan toko. Siapapun bisa datang ke Inggris dan bisa menjadi se-Inggris mungkin. Jika Anda tidak percaya, kita bisa membahasnya sambil makan kari."

Para pekerja asing tahu bahwa orang Inggris tak selalu mengatakan apa yang sebenarnya mereka maksud, jadi Anda mungkin harus menganalisis lebih dalam.

"Penting untuk mengamati nuansa dalam bahasa dan bahasa tubuh," kata Amanda O'Brien yang berasal dari Australia dan menulis di blog The Boutique Adventurer. "'Saya tidak yakin' seringnya berarti 'tidak'."

"Orang Inggris sering mengatakan hal yang berlawanan dari apa yang sebenarnya ingin mereka katakan," kata Hawkins. "Bahasa mereka penuh dengan makna ganda dan tersembunyi."

Sebagai pusat bisnis dan keuangan, London tetap menjadi tujuan utama bagi para pekerja asing.

Meski kota itu kekurangan hunian terjangkau, namun banyaknya museum, lokasi konser dan teater memberikan warga kota itu di dekat budaya modern.

Hak atas foto Constantin Werscheck/EyeEm
Image caption Edinburgh, yang terkenal sebagai 'tempat lahirnya' Harry Potter, memiliki pengaruh budaya yang kuat.

"Ada kutipan terkenal dari Samuel Johnson yang mengatakan 'Saat seseorang sudah bosan dengan London, dia sudah bosan dengan kehidupan'," kata Gregory Golinski yang berasal dari Paris namun kini menetap di London.

"Saya sangat setuju. Ada begitu banyak atraksi di sini sampai-sampai Anda bisa mengunjungi tempat berbeda setiap akhir pekan; Anda tak perlu melakukan hal yang smaa dua kali."

Namun keunggulan budaya itu tidak hanya berhenti di ibu kota.

Edinburgh pun memiliki pengaruh kuat soal budaya, dengan mengadakan Fringe Festival, festival seni terbesar dunia, selain juga menjadi 'tempat lahirnya' Harry Potter.

Birmingham, di jantung negara itu juga merupakan kota budaya lain. "Dari klub malam sampai orkestra, budaya di Birmingham sangat luar biasa," kata Hawkins. "Kota ini terkenal karena memiliki lebih banyak kanal daripada Venezia, dan di kawasan perhiasan, keunggulan mode pun bertemu dengan kemampuan tradisional."

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris di The five countries that set world culture di laman BBC Travel

Berita terkait