Mengapa orang Brasil selalu terlambat

Orang Brazil Hak atas foto Daniel J Hoffman
Image caption Di Brasil, datang tepat waktu di sebuah pesta, dianggap tidak sopan.

Berkat gaya hidup 'pantai' yang santai dan tenang, orang-orang Brasil, terutama mereka yang berasal dari Rio de Janeiro, tidak lagi mengharapkan atau menghargai ketepatan waktu.

Saya masih bergidik ketika teringat sore saat saya tiba tepat waktu di sebuah pesta di sebuah rumah di Rio de Janeiro.

Tiga bulan setelah saya pindah dari Manchester ke Rio, saya diundang ke churrasco - suatu acara barbekyu informal - pada Sabtu malam oleh seorang kenalan yang karena sering berpapasan sehingga kami mulai menjalin persahabatan.

Tetapi ketika saya muncul di depan pintu rumahnya beberapa menit setelah waktu yang ditetapkan dalam undangan, teman baru saya terlihat sangat terkejut, sehingga saya sempat berpikir saya datang pada hari yang salah.

Dengan badan terbungkus handuk, basah menetes dari pancuran, dia memberi isyarat ke arah ruang duduk yang penuh dengan kantong belanja berisi makanan dan tumpukan pakaian yang mungkin dikenakan, dan setengah bercanda dia berkata, "Ainda nao estou pronta!" - "Saya belum siap!"

Usaha saya untuk membuat diri saya berguna tidak membuahkan hasil; sebagai seorang vegetarian di acara barbekyu ini, tanpa keterampilan membuat caipirinha, saya memiliki nilai praktis yang terbatas.

Teman saya menyalakan televisi, dan saya pura-pura menyibukkan diri dengan menonton acara permainan saat dia masuk dan keluar dari ruang tamu, secara bersamaan mempercantik ruangan pesta dan dirinya sendiri.

Sekitar 40 menit kemudian, saya mulai merasa khawatir karena tidak ada orang lain yang muncul, tetapi tuan rumah tampaknya tidak peduli, dan memang, sekitar satu jam setelah waktu yang ditetapkan dalam undangan, 20:30, para tamu mulai berdatangan.

Sekitar tiga jam kemudian, rumah sudah penuh tamu.

Dengan datang tepat waktu, saya telah membuat kecerobohan sosial yang serius.

Di sebuah negara dengan pendekatan yang terkenal santai, penduduk Rio terkenal sebagai warga yang paling sering tidak tepat waktu.

Hak atas foto Romano Cagnoni/Getty Images
Image caption Berkat gaya hidup 'pantai' yang santai dan tenang, orang-orang Brasil, terutama mereka yang berasal dari Rio de Janeiro, tidak tepat waktu.

"Muncul tepat waktu di pesta dianggap aneh di wilayah manapun di negeri ini, terutama di Rio," jelas Dr. Jaqueline Bohn Donada, profesor Sastra Inggris di Technological Federal University di kampus Curitiba ParanĂ¡, Brasil Selatan. "Hampir sama anehnya dengan datang ke pesta tanpa diundang."

Satu kombinasi dari sikap 'hidup di pantai' di kota yang tidak terburu-buru dan keterlambatan sehari-hari yang disebabkan oleh lalu lintas atau hanya sekedar bertemu dengan seorang teman lama di jalan berarti bahwa Cariocas (penduduk lokal Rio) telah belajar untuk tidak mengharapkan atau menghargai ketepatan waktu dalam pengaturan sosial.

Rencana yang paling bagus sekalipun dapat menjadi amburadul di Rio, dan tuan rumah pesta yang memulai acaranya dengan terlambat masih dianggap sopan.

"Peraturan yang tidak terucap adalah bahwa tuan rumah menunggu sampai waktunya pesta itu seharusnya dimulai, dan baru kemudian berpikir untuk mandi," jelas Fiona Roy, seorang penerjemah bahasa Portugis-Inggris asal Inggris yang sudah tinggal di Rio de Janeiro selama enam tahun.

Hak atas foto Mario Tama/GettyImages
Image caption Bahasa Brasil-Portugis mencerminkan gaya hidup tak tepat waktu orang Brasil.

Bahasa Brasil-Portugis mencerminkan hal ini, dengan kata-kata waktu yang khusus yang tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris.

Kata kerja 'atrasar' dapat diartikan sebagai 'terlambat' atau 'menyebabkan keterlambatan', sementara 'demorar' adalah kata kerja yang jika diartikan secara longgar berarti 'luangkan waktu lama'.

Seseorang yang 'muito enrolado/a' (secara harfiah 'sangat kusut') kemungkinan besar akan 'demorar' atau 'atrasar'.

Satu masalah yang membutuhkan waktu untuk diselesaikan adalah 'abacaxi'' atau 'nanas' (disebut begitu karena mengeluarkan buah dari kulitnya yang tajam merupakan masalah pelik).

Namun, mereka yang datang tepat waktu, 'hora inglesa', yang secara harfiah berarti 'waktu Inggris' - merujuk pada pentingnya tepat waktu di banyak negara berbahasa Inggris seperti Inggris dan Amerika Serikat.

Kesalahan lain yang saya buat selama beberapa bulan pertama di Rio adalah menanggapi penduduk lokal secara harfiah.

Setelah beberapa kali menunggu lama (termasuk menunggu di bar lebih dari dua jam pada kencan pertama), saya belajar bahwa frasa 'estou chegando' (saya datang), seharusnya tidak ditanggapi secara serius.

Daripada menegaskan segera datang, 'estou chegando' artinya seseorang berencana untuk muncul atau datang - baik itu artinya dalam lima menit atau dua jam kemudian.

"Keterlambatan merupakan kebiasaan nasional, tetapi jelas lebih nyata di Rio daripada di tempat lain," jelas Dr. Bohn Donada.

"Di Rio, jika seseorang mengatakan 'estou chegando', tidak ada yang benar-benar menerimanya secara harfiah. Saya pernah memiliki atasan yang akan menelpon kami dari rumah dan mengatakan bahwa dirinya terjebak macet, tetapi akan segera sampai, tetapi kami sebenarnya bisa mendengar dia sedang berada di bawah pancuran! Di (Brasil) selatan hal itu membuat orang-orang marah, tetapi di Rio hal tersebut dapat diterima."

Hak atas foto Mario Tama/Getty Images
Image caption Di Brasil, tuan rumah memulai acara dengan terlambat justru dianggap sopan.

Pendekatan yang santai terhadap ketepatan waktu bukanlah hal yang baru.

Dalam buku Brazilian Adventure: A Journey Into the Heart of the Brazilian Amazon yang ditulis pada tahun 1933, penulis Peter Fleming dengan cermat mengamati bahwa 'seseorang yang terburu-buru akan sengsara di Brasil'.

Hal ini bukan tanpa alasan yang bagus, bahwa pengamatan ini ditulis di dalam bab buku tentang Rio, di mana Fleming juga mencatat: "Keterlambatan di Brasil ini seperti iklim. Anda tinggal dengannya, Anda tidak dapat menghindari darinya. Tidak ada yang harus dilakukan tentang hal itu."

Tambahnya, "Saya pikir, seharusnya menjadi sumber kebanggaan bagi orang-orang Brasil bahwa mereka memiliki karakteristik alami yang benar-benar tidak mungkin diabaikan. Tidak ada negara lain yang sesumbar ini."

Simone Fonseca Marrek, seorang Carioca yang sekarang tinggal di Jerman, mengakui bahwa menyesuaikan dengan jadwal kerja orang-orang Jerman yang kurang fleksibel membutuhkan latihan.

"Saya pernah tiba beberapa menit lebih awal untuk melakukan presentasi dengan sebuah perusahaan tempat saya akan bekerja. Sudah ada sekitar 20 orang menunggu saya, dan meskipun saya tidak terlambat, saya merasa seperti saya sudah terlambat karena mereka semua sudah siap dan sedang menunggu waktu yang sudah ditentukan," katanya.

Hak atas foto Mario Tama/Getty Images
Image caption Terlepas dari arti 'Saya sudah datang', 'estou chegando' berarti bahwa seseorang berencana akan muncul.

Seperti yang disebutkan Fleming dalam bukunya, tidak ada gunanya bereaksi terhadap keterlambatan Cariocas dengan amarah, karena tidak akan menghasilkan apapun kecuali keadaan frustrasi yang permanen.

Daya pikat Rio tidak terletak pada upaya keteraturan, tetapi lebih pada hidup yang santai.

"Saya pikir kami biasa terlambat karena kami merasa optimis," kata Fonseca Marrek. "Kami pikir kami dapat melakukan banyak hal dan masih memiliki waktu untuk memenuhi janji - dan jika kami tidak bisa, tidak apa-apa juga."

Tetapi, bahkan Cariocas menetapkan batas, dan ada batas-batas alami (jika tidak dikatakan) tentang seberapa terlambat seharusnya.

"Saya menyukai pendekatan yang santai untuk menjaga waktu dan tidak ditekan untuk berada di suatu tempat tepat waktu," kata Roy.

"Tetapi sekali waktu ketika ulang tahun saya, dan beberapa teman telah merencanakan pesta ulang tahun di sebuah bar. Saya menghabiskan satu setengah hari menghias kue, dan bersiap-siap, dan akhirnya datang sangat terlambat sehingga bar hampir tutup. Saya keterlaluan saat itu."

Fonseca Marrek mengatakan bahwa meskipun Cariocas akan berusaha tepat waktu untuk bisnis, namun hal itu tidak terjadi untuk acara sosial.

"Kami dapat datang kapanpun kami mau, tetapi pastinya tidak kurang dari 30 menit setelah waktu yang dijadwalkan," ujar Marrek.

Itu adalah sebuah pelajaran yang saya petik lewat kecanggungan sosial di pesta churrasco pertama itu, dan hal itu adalah salah satu yang tidak akan saya lupakan selama sembilan tahun saya di Rio.

Bahkan, segera saja saya menjadi ahli terlambat, sampai-sampai lebih terlambat dari teman-teman Carioca saya, yang akan segera menepuk pergelangan tangan mereka, berpura-pura kesal dan berkata "virou Brasileira" - "Kamu sekarang sudah jadi orang Brasil"

Anda bisa membaca versi asli dari artikel ini di laman aslinya Why Brazilians are always late di BBC Travel

Berita terkait