Apakah minuman anggur menyebabkan revolusi di Armenia?

Hak atas foto Martin Guttridge-Hewitt
Image caption Beberapa penduduk lokal Yerevan yakin bahwa benih-benih perubahan disebar di bar-bar anggur di sepanjang Saryan Street, yang sekarang dikenal dengan 'Wine Street'

Menurut beberapa penduduk Yerevan, benih-benih perubahan secara tidak sengaja ditaburkan di dalam tempat minum khusus yang banyak tersebar di Armenia.

Dibuka pada akhir Desember 2012, In Vino merupakan bar dan toko khusus wine pertama di ibu kota Armenia, Yerevan.

Interior yang nyaman dipenuhi dengan botol-botol pilihan; daging dan keju olahan berbau tajam memenuhi pojok makanan siap saji; dan para pegawai yang bersemangat menyajikan minuman mahal itu di setiap gelas.

Pemandangan semacam ini tampak lazim bagi kebanyakan pecinta minuman anggur, terutama di kota-kota di seluruh dunia. Jadi untuk memahami pentingnya bar ini, perlu konteks yang lebih luas.

Armenia mengklaim sejarah yang membuat iri. Jejak pembuatan minuman anggur tertua di dunia telah ditemukan di bagian selatan negara itu, di situs arkeologi Areni-1 yang berusia 6.100 tahun.

Agama Kristen di Armenia pertama kali berkembang di sini. Tradisi sastra, seni, kuliner dan musik sudah ada sebelum peradaban kuno. Tetapi zaman modern marak dengan perjuangan.

Pendudukan dinasti Utsmaniyah di awal abad ke-20 berubah dari penindasan menjadi pembunuhan massal, menghancurkan populasi, dan secara signifikan menyusutkan perbatasan.

Pemerintahan Soviet yang berawal pada 1922, membatasi peluang dan pilihan sehingga kemerdekaan pada 1991 menghasilkan keputusan-keputusan kleptokrasi.

Pada masa itu aset-aset industri dilucuti namun hanya sedikit gelontoran investasi yang dapat menutup kesenjangan.

Memperparah keadaan, sengketa wilayah semakin banyak terjadi. Perbatasan dengan wilayah Turki dan Azerbaijan tertutup, dan tanah yang terpetak-petak telah dikuasai.

Rezim otokrasi yang muncul berturut-turut selama tiga dekade terakhir telah menimbulkan korupsi endemik, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan membatasi mobilitas sosial.

Diaspora yang sangat besar masih berada di luar negeri sampai sekarang, sementara di dalam negeri, sepertiga populasi saat ini miskin dengan angka pengangguran mencapai 16%. Mereka yang memiliki pekerjaan menghasilkan rata-rata £ 270 (Rp5 juta) per bulan.

anggur armenia Hak atas foto Martin Guttridge-Hewitt
Image caption Apa yang diyakini sebagai jejak pembuatan anggur tertua di dunia telah ditemukan di situs arkeologi Areni-1 yang berusia 6.100 tahun di Armenia.

Semua hal itu membuat Armenia tidak mungkin menjadi kandidat 'Negara tahun ini' pada 2018 versi majalah The Economist.

Tapi tunggu dulu. Pada musim semi 2018, Revolusi Beludru melanda kota-kota kecil setelah mantan presiden Serzh Sargsyan mencoba memperpanjang kekuasaannya.

Masyarakat umum merasa muak lantaran selama bertahun-tahun mengalami kriminalisasi administrasi.

Para aktivis muda bergerak, menggunakan media sosial untuk menggelar protes berskala besar, membuat jalan utama dan ranah publik terhenti.

Dalam waktu beberapa minggu, Partai Republik yang berkuasa turun. Tidak ada satu tembakan pun yang dilepaskan.

Pemilihan umum pada Desember 2018 kemudian mengantarkan pelaksana tugas Perdana Menteri Nikol Pashinyan—yang merupakan tokoh kunci dalam revolusi ini—meraih 70,4% suara.

Kini banyak yang percaya bahwa perbaikan besar mungkin terjadi setelah melihat dihapuskannya halangan antara kelas politik dan masyarakat umum.

Sebagai isyarat simbolis, gerbang menuju parlemen serta kantor perdana menteri dan presiden dibuka untuk umum pada bulan Oktober untuk menyampaikan pesan transparansi pemerintahan yang baru.

anggur armenia Hak atas foto Artyom Geodakyan/Getty Images
Image caption Pada musim semi 2018, para aktivis muda mengorganisir protes berskala besar di seluruh Armenia untuk melawan korupsi.

Akan tetapi, sejumlah penduduk asli Yerevan memercayai bahwa benih-benih perubahan disebar secara tidak sengaja di ruang-ruang tempat minum khusus Armenia, yang berdiri di Saryan Street (jalan itu kini disebut 'Wine Street' karena banyaknya tempat serupa sejak In Vino muncul).

Pembukaan tempat minum tersebut kala itu dipandang sebagai suatu risiko keuangan yang besar. Banyak yang ragu sebuah bar kecil dapat menghasilkan keuntungan. Kini, setelah enam tahun berlalu, In Vino merupakan tempat favorit di kehidupan malam ibu kota.

Kawasan tersebut melayani generasi baru peminum, yang lebih menyukai anggur berkualitas (lokal dan impor), bir racikan sendiri, dan minuman-minuman dengan asal-usul yang dapat dilacak ketimbang vodka yang diproduksi secara massal dan populer selama masa Soviet.

Karena orang-orang dari rezim lama tidak tertarik dengan tempat minum semacam itu, bar seperti In Vino menjadi tempat berkembang biaknya ide-ide progresif. Frustrasi, kebencian dan harapan dibagikan di seluruh meja, dan akhirnya berubah menjadi aksi konkret.

"Anggur menciptakan tempat-tempat di mana orang-orang datang dan berbagi gagasan tanpa merasa dicampuri oleh kehadiran penguasa," kata Vahe Baloulian, salah satu pemilik In Vino.

"(In Vino) menjadi salah satu dari tempat-tempat di mana orang-orang yang sepemikiran akan berkumpul dan berbagi gagasan. Ini bukan terjadi karena mereka mulai minum anggur, tetapi anggur biasanya menarik orang-orang yang berpendidikan, lebih berwawasan ke depan."

anggur armenia Hak atas foto Martin Guttridge-Hewitt
Image caption Beberapa penduduk lokal Yerevan yakin bahwa benih-benih perubahan disebar di bar-bar anggur di sepanjang Saryan Street, yang sekarang dikenal dengan 'Wine Street'

Demografi dominan Wine Street - kebanyakan kaum muda, berpendidikan dan karyawan tetapi lelah karena korupsi di parlemen - tidak hanya akan mendukung revolusi, tetapi juga akan membentuk pemerintahan era sekarang.

"Saat ini, banyak orang yang terlibat di parlemen sama seperti kami, orang-orang yang pernah datang ke bar anggur secara tetap," kata Marian Saghatelyan, salah satu mitra Baloulian di In Vino.

"Mereka mungkin tidak terlalu berpengalaman di lapangan, mereka mungkin tidak terlalu paham politik, tetapi setidaknya mereka memiliki kepentingan yang sama dengan saya. Jika saya menentang sesuatu yang ingin mereka ubah, saya dapat menyuarakan pendapat saya, Saya tidak takut pada mereka lagi."

Anggur menciptakan tempat-tempat di mana masyarakat akan datang dan berbagi gagasan tanpa merasa terganggu dengan kehadiran penguasa

Meski bar anggur dan gagasan baru ini mungkin progresif di Armenia hari ini, mengumpulkan dan bertukar pikiran ditemani segelar anggur benar-benar berakar di warisan budaya negara ini.

"Jika Anda membaca cerita-cerita atau tonggak-tonggak bersejarah tentang para pendahulu kami - kakek saya, kakek mereka - cara mereka memecahkan masalah yang berbeda, selalu dilakukan di seputar meja disertai minuman alkohol," kata Saghatelyan.

Seperti halnya anggur yang telah diangkat kembali oleh orang-orang Armenia yang ingin melihat salah satu tradisi tertua di negara itu berkembang, suasana santai dan rileks yang dikaitkan dengan meminum anggur merah, putih dan merah muda telah mengembalikan tradisi memecahkan masalah hari ini didampingi minuman anggur berkualitas.

"Secara keseluruhan anggur itu sendiri sudah merupakan cerita - pembuat anggur, di mana anggur itu dibuat, sejarah dari pabrik anggur itu sendiri. Orang-orang mulai mendiskusikan hal-hal seputar anggur, kemudian di hari berikutnya Anda dapat melihat mereka datang bersama-sama sebagai sebuah grup," kata Saghatelyan.

"Ada banyak masalah yang didiskusikan, karena anggur membuat percakapan mengalir."

anggur armenia Hak atas foto In Vino
Image caption Mariam Saghatelyan: "Bagaimana (para pendahulu kami) akan memecahkan permasalahan yang berbeda selalu dilakukan di seputar meja dengan minuman beralkohol".

Produksi anggur domestik telah muncul kembali bersamaan dengan munculnya perspektif baru ini. Di bawah Uni Soviet, Armenia diperintahkan untuk fokus pada produksi brandy.

Banyak tanaman anggur merah yang digunakan untuk memproduksi anggur telah dihilangkan untuk meningkatkan kapasitas anggur putih yang dibutuhkan brandy. Perkebunan anggur merah lainnya hancur berantakan karena permintaan turun.

Namun bertahun-tahun setelah berakhirnya kekuasaan Soviet, dahaga untuk membangkitkan kembali industri anggur muncul bersamaan dengan tumbuhnya kebebasan untuk mempromosikan pengakuan dan perayaan tradisi Armenia yang telah ditekan di bawah sistem komunis.

Anggur Armenia sejak saat itu meledak, seperti yang diperlihatkan dalam kesuksesan In Vino. Ketika toko itu buka, hanya ada 10 varietas asli yang dijual; jumlah itu sekarang mencapai 85, dengan anggur merah seperti Areni dan Kakhet serta anggur putih Voskehat yang populer di toko itu.

"Pembuat anggur Armenia dari generasi terbaru memperlihatkan bahwa anggur yang bagus dapat dibuat di Armenia. Karena sebelumnya orang-orang mencari anggur manis yang semuanya gula dan jus, atau anggur dari negara lain," jelas Baloulian. "Jadi banyak hal seperti ini membuat orang percaya bahwa yang kata orang tidak mungkin sebenarnya mungkin."

anggur armenia Hak atas foto Martin Guttridge-Hewitt
Image caption Setelah otoritas Soviet berakhir di Armenia, dahaga untuk membangkitkan industri minuman anggur yang hilang di negara itu kembali bangkit.

Mungkin terdengar mengada-ada untuk mengaitkan hubungan antara pembuatan anggur berkualitas dan bentuk-bentuk perubahan positif dapat terjadi. Tetapi ada persamaan-persamaan. Para produsen baru di Armenia melakukan pendekatan dalam pembuatan anggur dengan harapan bersaing secara global.

Sementara, revolusi berawal dari tuntutan masa depan yang lebih baik dari masyarakat yang lelah pada keadaan ekonomi yang tidak berfungsi secara benar di panggung internasional

"Pembuatan anggur bukanlah hal yang baru di sini, tetapi pendekatan dan filosofinya baru," jelas Varuzhan Mouradian, yang mengepalai pabrik anggur Van Ardi, salah satu perkebunan anggur modern di Armenia yang sering mendapatkan penghargaan.

"Saya pikir para pelanggan harus mengikuti dan melacak anggur dari awal ketika tunas tumbuh. Mereka butuh matahari, dan lihat sejauh mana akarnya tumbuh, bagaimana mereka berjuang di bebatuan untuk mendapat mineral yang berbeda."

"Sebaliknya jika dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu, atau selama masa Soviet, adalah bahwa anggur pada masa itu hanya dianggap sebagai minuman beralkohol dan diproduksi secara asal-asalan," kata anak perempuannya, Ani Mouradian, yang menjelaskan bagaimana enam tahun terakhir menjadi penting untuk memantapkan reputasi anggur Armenia di panggung dunia ketika para produser mulai muncul di berbagai pameran perdagangan luar negeri. Dan yakin bahwa industri anggur sedang tumbuh.

Wine Armenia Hak atas foto Sergei Malgavko\TASS via Getty Images
Image caption Ada harapan bahwa Armenia akan menjadi tempat tujuan minuman anggur yang baru.

Pabrik pembuatan anggur Van Ardi sedang membangun akomodasi yang menghadap ke kebun anggur, dijadwalkan selesai pada tahun 2020.

Di tempat lain, di wilayah anggur yang paling terkenal di Vayots Dzor, jalur anggur pertama di negara itu telah ditetapkan.

Ada harapan bahwa Armenia dapat menjadi tujuan minuman anggur berikutnya, seperti negara tetangga, Georgia, yang memperkuat ekonomi pariwisata yang kecil namun kuat di tahun-tahun mendatang.

Apakah anggur Armenia benar-benar memulai revolusi hanyalah sekedar opini, tetapi dampaknya pada sebuah negara yang sedang lahir kembali tampaknya tidak dapat dibantah.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di Did wine cause a full-scale revolution in Armenia? di laman BBC Travel.

Berita terkait