Bertandang ke La Rioja, tempat lahirnya bahasa Spanyol

La Rioja Hak atas foto Miriam Foley

Lebih dari 1.000 tahun yang lalu di wilayah La Rioja, Spanyol, para biarawan membuat catatan di pinggiran teks-teks Latin. Catatan itu diyakini sebagai cikal bakal bahasa Spanyol.

Setelah perjalanan menanjak yang singkat dari desa kecil bernama San Millan de la Cogolla, saya tiba di depan Biara Suso. Didirikan oleh biarawan Abad ke-6 St Millán, biara ini terasa seolah berada di dimensi waktu dan tempat yang lain.

Di tempat terpencil yang dikelilingi oleh hutan itu, saya memandang Lembah Cárdenas di bawah dan puncak Gunung San Lorenzo di kejauhan. Di sekitar saya, bunga lonceng biru menandai pintu masuk ke gua-gua di lereng gunung, tempat para biarawan tinggal jauh sebelum Suso dibangun.

Saya berada di wilayah La Rioja Spanyol, daerah yang menarik pengunjung karena kebun-kebun anggurnya yang terkenal dan rute ziarah Camino de Santiago. Tetapi saya di sana untuk belajar bagaimana daerah itu membentuk cara berkomunikasi jutaan orang di seluruh dunia.

Ketika saya berjalan melalui koridor biara yang dingin dan gelap, saya bisa merasakan dindingnya bergema dengan gemuruh sejarah linguistik.

Berdiri dalam keheningan, mudah bagi saya membayangkan para biarawan membungkuk di atas naskah-naskah Latin, dan diam-diam membuat catatan tentang makna tulisan suci dalam bahasa setempat sekitar lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

Bahasa itulah yang sekarang kita sebut bahasa Spanyol.

Hak atas foto Miriam Foley
Image caption Saat ini, perpustakaan Yuso adalah rumah bagi lebih dari 10.000 buku dari abad ke-11 hingga ke-18.

Bahasa Spanyol resmi dipakai di 20 negara dan merupakan bahasa ibu bagi 480 juta orang di seluruh dunia. Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan di planet ini setelah bahasa Mandarin, menurut lembaga bahasa Spanyol, Instituto Cervantes.

Di San Millan de la Cogolla, saya mendengarkan penduduk setempat bercakap-cakap tentang cuaca dan bertukar berita tentang keluarga mereka - seolah-olah bahasa kompleks ini selalu ada.

Profesor Jairo Javier García Sánchez, dari departemen filologi, komunikasi dan dokumentasi di Universitas Alcála di pinggiran timur laut Madrid, menelusuri akar bahasa Spanyol yaitu bahasa Latin, "tetapi tidak dalam bentuk tertulis, sastra, Latin klasik, melainkan bahasa Latin yang berevolusi sesuai dengan bahasa lisan zaman akhir dan bahkan bahasa kuno.

Latin ini yang dikenal sebagai bahasa Latin vulgar -" vulgar "yang mengacu pada bahasa sehari-hari yang umum, tapi bukan makna yang menghinakan, jelasnya.

Bahasa Latin datang ke Semenanjung Iberia bersama bangsa Romawi selama Perang Punisia Kedua di abad ke-3 SM, ketika Ibero-Roman, sebuah sub-kelompok bahasa-bahasa Romawi yang berkembang di Semenanjung Iberia, dimulai.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bagian dalam biara Suso, La Rioja.

Proses evolusi ini terjadi ketika penduduk asli mengadopsi bahasa Latin dan memasukkannya ke dalam bahasa lokal mereka, fonetik, sistem vokal dan kosakata.

Sementara "tidak ada momen konkret di mana bahasa Latin mati dan bahasa Spanyol lahir," menurut García Sánchez, yang dapat ditelusuri adalah tempat kelahiran dari Castellano atau Castilian tertulis, bentuk bahasa Spanyol dari Semenanjung Iberia.

Claudio García Turza, direktur Departemen Asal-usul Bahasa Spanyol di Pusat Penyelidikan Internasional Bahasa Spanyol (CILENGUA), telah mendedikasikan lebih dari 40 tahun waktunya untuk menyelidiki dan mempelajari bahasa Spanyol di Universitas La Rioja.

Kami bertemu di biara Yuso yang megah yang terletak di bagian bawah bukit. Kedua biara, Yuso dan Suso, memperoleh status Warisan Dunia Unesco pada tahun 1997.

García Turza menjelaskan bahwa pada abad ke-10, salah satu biarawan mulai menerjemahkan khotbah dan doa - yang semuanya ditulis dan dilafalkan dalam bahasa Latin, yang pada saat itu tidak dipahami secara universal - ke dalam dialek Ibero-Roman lokal agar dimengerti rekan-rekannya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pualam di pintu masuk Biara Suso, La Rioja, Spanyol.

Dia meninggalkan catatan di pinggir teks asli. Catatan terjemahan itu, yang mana yang paling terkenal telah dikompilasi dalam Las Glosas Emilianenses, adalah bahasa Spanyol yang paling awal.

"[Mereka] memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana bahasa itu diucapkan berabad-abad yang lalu, di masa ketika sebagian besar orang buta huruf," kata García Turza ketika dia mencondongkan tubuh ke depan, suaranya meninggi dengan gembira.

Peran Suso dalam pengembangan bahasa Spanyol tidak berakhir di situ. Beberapa abad kemudian, penyair Gonzalo de Berceo yang tinggal di biara, menulis ayat-ayat yang mencakup istilah-istilah yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Diakui sebagai penyair berbahasa Spanyol pertama, de Berceo memperluas kosa kata Spanyol hingga lebih dari 2.000 kata selama masa hidupnya.

Suso dan Yuso menarik lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahun. Sembilan biara di sana masih menjelaskan kepada pengunjung tentang arsitektur Barok di biara.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seni gotik di luar pintu kiri Biara Suso.

Ketika saya menjelajahi kompleks yang tenang itu, saya melihat sekilas buku-buku paduan suara bersampul kulit banteng yang sangat besar, masing-masing beratnya berkisar antara 20-60kg, di ruang atas.

Harta berharga lainnya - meskipun tidak termasuk dalam tur yang dipandu para biarawan - adalah perpustakaan, yang penuh dengan lebih dari 10.000 buku dari abad ke-11 hingga ke-18, termasuk di mana nama daerah itu, Rioja (yang berasal dari nama sungai lokal Río Oja), didokumentasikan untuk pertama kalinya.

Juga dipajang di Yuso adalah replika Las Glosas Emilianenses (terjemahan aslinya sekarang disimpan di Akademi Sejarah Kerajaan di Madrid).

Contoh-contoh awal lain dari Ibero-Roman, termasuk Cartularios de Valpuesta, dokumen abad pertengahan yang berisi kata-kata dalam Ibero-Roman yang ditemukan di biara Santa Maria de Valpuesta di Burgos.

Belén Almeida Cabrejas, kolega García Sánchez di Universitas Álcala, berniat menunjukkan bahwa semua teks awal bermanfaat untuk menunjukkan Ibero-Roman dalam perjalanan evolusinya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Biara Suso memainkan peran penting dalam pengembangan bahasa Spanyol.

"Sulit untuk mengetahui teks mana yang lebih dulu ditulis dalam Roman," katanya, karena itu tergantung pada kriteria yang digunakan untuk menentukan apa yang dimaksud dengan "Roman yang ditulis".

Namun tidak ada keraguan bahwa biara Suso memainkan peran penting dalam pengembangan bahasa Spanyol. García Turza menyebutnya "rumah kata-kata, tetapi yang pertama dan paling penting, rumah filologi".

Dia menjelaskan bahwa catatan biara terpanjang, yang dikenal sebagai Glosa 89, merupakan teks komprehensif pertama yang ditulis dalam bahasa Ibero-Roman, di mana "serangkaian kata-kata ... dirangkai bersama, saling terkait, untuk menyampaikan pesan."

Ini adalah teks pertama yang lengkap di mana semua tingkat bahasa bahasa diekspresikan - tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga tata bahasa dan sintaksis - memberikan bukti kompleksitas yang lebih besar.

Menurut García Turza, jika para biarawan Suso adalah orang pertama yang mencatat penggunaan bahasa Ibero-Roman, mereka juga bertanggung jawab untuk pembuatan alfabet Spanyol. "Ini adalah penemuan tulisan Spanyol, [di mana] penemuan alfabet Spanyol diwujudkan," kata García Turza.

Maka dapat dipahami, pada saat itu, bahwa penyair dan filsuf Spanyol abad ke-20 yang terkenal, Dámaso Alonso, menyebut Glosa 89 "tangisan pertama dari bahasa kami '.

Instituto Cervantes memperkirakan akan ada 756 juta penutur bahasa Spanyol pada tahun 2050, dan satu hal yang pasti: bahasa ini masih akan terus ada untuk waktu yang lama.

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, Is this the birthplace of written Spanish?bisa anda simak di laman BBC Travel.

Topik terkait

Berita terkait