Dengan mobil swakendara, mengemudi akan berbeda

Google car Hak atas foto Google
Image caption Mobil swakendara akan mengubah banyak hal di masa depan.

Suka atau tidak, mobil swakendara sudah mendekat dan akan menjadi sesuatu yang umum.

Tahun ini, di ajang Consumer Electronics Show di Las Vegas, Mercedes Benz melaporkan seri E-Class mereka telah mendapatkan "surat izin mengemudi" di Nevada dan ini menjadi mobil swakendara pertama yang mendapatkannya.

Di ajang pameran yang sama, pembuat mobil elektrik Faraday Future mengumumkan (sekaligus membuka selubung bagi mobil balap FFZERO1) bahwa di masa depan, model produksi mereka akan dibuat siap untuk mobil swakendara seiring perkembangan teknologi ini.

KIA juga mengumumkan merek di bawah perusahaan mereka, Drive Wise, yang ditujukan untuk mobil swakendara.

Seiring masa depan mobil swakendara ini, kita akan sampai pada perenungan tentang industri asuransi, praktik penegakkan hukum, bahkan perubahan perilaku terkait penggunaan mobil pintar seperti itu.

Anak-anak yang lahir di generasi mobil swakendara akan memerlukan keahlian sebatas nyalakan-belok-matikan untuk mengendalikan kendaraan bermotor.

Akan banyak sikap, interaksi dan norma budaya yang akan berubah, seiring perubahan ini. Kami memilih sepuluh perubahan di antaranya.

Hak atas foto Google
Image caption Mobil swakendara diperkirakan akan menghilangkan keharusan SIM.

1. Tilang karena mengebut

Mobil swakendara tidak akan tergoda untuk mengebut hanya lantaran penumpangnya telat atau kebelet ingin ke kamar kecil.

2.Sekolah mengemudi

Otomatisasi akan mengakhiri sekolah mengemudi. SIM tradisional akan menghilang.

3. Nyasar

Dengan adanya sistem GPS yang canggih sekarang, kemampuan kita membaca peta sudah berkurang. Namun di era mobil swakendara, menyusun rute perjalanan akan segera menjadi kenangan.

4. Parkir paralel

Anak-anak generasi mobil swakendara cukup turun dari mobil yang sudah diprogram ketika mencapai tujuan dan biarkan si mobil mencari tempat parkir sendiri.

5. Prasangka terhadap pengemudi

Di masa depan, siapa pun pengemudi sama saja, tak peduli usia, jenis kelamin, ras dan asal-usulnya.

Hak atas foto Google
Image caption Mobil swakendara akan dioperasikan lewat pemindai sidik jari dan retina mata.

6. Tabrakan antarmobil

Mobil swakendara bukan hanya bisa menilai lingkungan, tapi akan 'ngobrol' dengan sesama mereka untuk menghindari mereka dari saling 'melukai' sesama.

7. Ngamuk di jalan

Mobil otomatis tak bisa membuntuti, mendecitkan rem atau menyalip tiba-tiba mobil di depan. Mereka juga tak akan mengacungkan jari tengah untuk memaki-maki mobil swakendara lain.

8. Pencurian mobil

Kunci? Mobil swakendara akan dioperasikan lewat pemindai sidik jari dan retina mata. Juga dengan penyocok suara atau bahkan telepati buatan. Bahkan dengan model keamanan lingkungan, mungkin saja mobil swakendara akan berjalan sebelum pencuri sempat beraksi.

9. Melanggar hewan di jalan

Mereka akan sangat peduli pada lingkungan sekitar, dan punya refleks luar biasa. Tak akan ada hewan kecil tertabrak di tengah jalan.

10. Dunia hiburan juga berubah

Apa gunanya keterampilan mengemudi tanpa adanya kemudi? Apa menariknya balapan kalau semua tiba di garis finis bersamaan? Yang juga hilang: balapan jalanan, nyanyian para sopir truk jarak jauh dan lanjutan sekuel film Fast & Furious.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di Ten things the driverless generation will never experience dan artikel sejenis di BBC Auto.

Berita terkait