Kiat mendapatkan pekerjaan yang membuat Anda semangat di hari Senin

Kelulusan Hak atas foto Thinkstock
Image caption Selamat, Anda telah lulus dari universitas. Selanjutnya mau apa?

Pada akhir fase hidup sebagai mahasiswa, Anda mengantre untuk menerima ijazah dan memulai 'kehidupan nyata' sebagai orang dewasa. Ini ibarat kenaikan pangkat, yang mana Anda kini menjadi CEO hidup Anda sendiri.

Anda yang menentukan. Jadi, selanjutnya Anda mau apa?

Industri yang berkembang pesat menjanjikan kesuksesan lebih besar, itu pasti. Tapi berapa banyak dari kita yang bergidik ketika memikirkan untuk memilih karier di industri yang menanjak tetapi sama sekali bukan minat kita? Tepat sekali. Pekerjaan begitu penting dalam kehidupan kita - coba saja pikirkan berapa jam yang kita habiskan (atau akan kita habiskan) untuk bekerja dibandingkan kegiatan lainnya - pada akhirnya Anda harus memilih bidang yang Anda minati.

Industri yang Anda pilih untuk berkarier akan berdampak besar pada kesuksesan Anda. Namun jalan yang Anda tempuh untuk sampai ke sana juga tak kalah penting. Haruskah Anda memilih karier yang tidak Anda minati, hanya karena prospeknya bagus?

Memilih jalan yang tepat untuk Anda

Tolong camkan bahwa sukses bermuara pada kebenaran sederhana: beberapa industri berkembang sangat cepat sehingga menawarkan banyak kesempatan. Lihat saja kesempatan kerja sekarang bagi orang yang bekerja di industri canggih seperti robotika, bioteknologi, kecerdasan buatan, atau energi terbarukan dibandingkan manufaktur, ritel tradisional, bahkan hedge fund (lindung nilai).

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Pencarian kerja jadi lebih mudah jika Anda tahu betul kemampuan Anda,

Industri yang mekar menarik perhatian banyak orang karena banyak kesempatan di dalamnya. Seiring waktu, banyak pemain masuk ke pasar itu, meningkatkan kompetisi dan mengurangi kesempatan terbaik bagi setiap orang. Itulah alasan hedge fund saya masukkan ke dalam daftar industri menurun (terlalu banyak orang mengejar kesempatan yang sama pada akhirnya mengurangi jumlah pemenang). Ke-dua, tren makro seperti perubahan globalisasi dan teknologi membuat sejumlah segmen industri jadi kurang menarik (ritel toko) dan industri lainnya semakin menarik (ritel daring).

Jadi jika Anda tidak yakin di mana kesempatan dan minat Anda bertemu, apa yang bisa Anda lakukan?

Jujur pada diri sendiri

Kebanyakan orang benar-benar ingin melakukan hal yang mereka kuasai. Saya suka sekali memikirkan ide-ide baru dan memberitahu orang tentang mereka. Kesukaan itu mengarahkan saya ke karier di bidang akademik dan setiap hari saya berterima kasih pada bintang keberuntungan saya karena telah menemukan jalan ke sana.

Jadi, apa yang Anda kuasai? Apa kemampuan yang Anda punya; pekerjaan apa yang paling Anda nikmati? Buat daftarnya, lalu tanyakan: Dalam jenis pekerjaan atau karier apakah kemampuan ini benar-benar dihargai? Jika Anda berakhir di pekerjaan yang mana talenta Anda tidak dihargai, Anda tak hanya sulit bahagia, tapi juga membuang-buang waktu berharga. Jika Anda pandai bekerja dengan orang, kenapa duduk seharian di depan komputer dan mengerjakan media sosial?

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Sebagai CEO hidup Anda sendiri, Anda perlu aktif menangani perjalanan karier Anda.

Terdengar sederhana, tapi ini benar-benar ampuh. Ketika Anda memahami di bidang apa talenta Anda, pencarian kerja menjadi lebih mudah, tidak rumit, dan Anda akan lebih bahagia jika mendapatkan pekerjaan itu.

Hal sebaliknya juga bisa. Jika Anda punya minat pada satwa, isu keberlanjutan, bahkan mengebor minyak, berfokuslah mempelajari keahlian yang Anda butuhkan untuk menonjol di industri tersebut. Ini tidak semulus cara memulai dari bakat Anda; karena kenyataannya, bagaimanapun menariknya suatu industri atau jenis pekerjaan bagi Anda, tidak berarti Anda dapat langsung membangun kapabilitas yang akan membawa Anda ke sana, mempertahankan Anda di sana, dan idealnya membuat Anda menonjol di sana.

Punya strategi

Bagaimana jika Anda tidak yakin apa yang Anda suka, apa bakat Anda, atau apa yang ingin Anda lakukan? Itu mungkin menggambarkan kebanyakan orang ketika mereka baru lulus dan belum mencoba banyak hal. Tak ada yang salah dengan itu tapi Anda harus cermat dalam mengambil langkah.

Saya sarankan Anda membuat strategi yang dapat memaksimalkan pilihan dan pengalaman. Itu berarti aktif dalam berbagai proyek dan aktivitas ekstrakurikuler, seperti bergabung dengan klub atau bahkan mendirikannya sendiri dan magang selagi masih sekolah. Semakin bervariasi, semakin banyak yang Anda pelajari tentang diri sendiri. Untuk setiap tahun yang Anda habiskan di universitas, Anda sebaiknya punya satu jenis pekerjaan magang baru. Dan jika Anda tetap belum yakin setelah lulus, teruslah mencari kesempatan untuk dicoba.

Jika Anda cukup beruntung untuk menemukan pekerjaan ajaib yang membuat Anda bersemangat, tetap fokus di sana, tapi sampai Anda menemukannya, Anda akan meningkatkan peluang Anda dengan bereksperimen. Apapun yang Anda lakukan, jangan menunggu. Curahkan waktu untuk mengembangkan diri Anda - ingat, Andalah CEO hidup Anda sendiri - demi menemukan pekerjaan yang Anda cintai.

Jadilah cerdas

Ada satu lagi yang harus Anda camkan jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak pilihan karier. Fokus pada kemampuan paling penting yang berguna di masa sekarang dan di masa depan, yakni kemampuan yang dapat diterapkan ke berbagai jenis pekerjaan dan kemungkinan besar tak akan digantikan oleh mesin. Kemampuan semacam ini akan membuat Anda selalu dicari di manapun Anda berada. Menurut laporan World Economic Forum tentang Masa Depan Pekerjaan (Januari 2016), kemampuan-kemampuan top ini ialah: penyelesaian masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen orang, dan kecerdasan emosional.

Pesan inti yang saya ingin Anda dapatkan dari semua ini: karier Anda ada dalam kendali Anda. Karier ialah salah satu hal paling penting yang harus secara aktif Anda tangani sebagai CEO hidup Anda sendiri. Jika Anda dapat membuat Minggu malam terasa seperti Jumat malam, Anda akan tahu bahwa Anda telah berhasil.

------

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini, How to find a job with no Sunday night blues, di BBC Capital.

Berita terkait