Jika Anda menemukan tumpukan buku di jembatan, inilah alasannya

Hak atas foto Ewa Headley

Seniman Shaheryar Malik meletakkan buku-buku di tempat terkenal di seluruh dunia untuk mencoba berbagi hal yang penting – sebuah kekuatan membaca.

Awal tahun ini, seniman Shaheryar Malik hendak mengunggah foro selfie dari Jembatan Brooklyn, namun dia berubah pikiran. Dia ingin membagi sesuatu yang berbeda kepada dunia.

Malik berpikir media sosial telah menjadi medium yang tak personal dan dia ingin berinteraksi dengan orang dengan cara yang lebih berarti. Lahirlah The Reading Project.

Dia memulainya dengan meninggalkan tumpukan buku di berbagai tempat terkenal di New York City dengan kartu berisi instruksi sederhana di masing-masing selipan: ambil buku, bacalah, dan bagikan pemikiran Anda dengan seniman ini melalui surel.

Tumpukan buku itu sendiri bisa dilihat sebagai karya seni, tetapi juga proses berbaginya. Tak seperti banyak hal yang kita bagikan hari ini, dia ingin membuat proyek ini jauh dari media sosial.

Untuk menjaga proyek ini “suci”, dia bahkan tidak menoleh selagi dia berjalan setelah menumpuk buku. Ketika dia meninggalkannya, dia memilih surel sebagai cara satu-satunya dia mengetahui apa yang terjadi pada buku-buku itu.

Aksi yang dilakukannya telah membawa diri dan bukunya keliling dunia, termasuk London di mana kami bertemu.

“Saya berharap (orang) mengambilnya, saya berharap mereka membacanya dan memberitahu saya. Dan bahkan jika mereka tidak memberitahu saya, saya berharap mereka membacanya.”

Dia menerima sejumlah pesan dari orang-orang di lebih dari 30 negara di dunia. Bagi Malik, buku “tidak berarti dan tidak hidup” jika mereka bertumpuk debu di rak dan tidak pernah dibaca lagi. Dia ingin melanjutkan proyek ini untuk sementara waktu dengan selanjutnya mengunjungi Brasil.

Yang paling berkesan, dia suka dengan jalinan hubungan yang diciptakan bukunya kepada orang asing di seluruh dunia, sesuatu yang unggahan Instagram mungkin tak bisa mencapainya.

Pesannya jelas: bagikan buku, bukan selfie.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul If you find a pile of books on a bridge, this is whyatau artikel lain dalam BBC Culture.

Berita terkait