Hewan-hewan apa yang paling suka tidur?

Koala Hak atas foto Getty Images

Membahas hewan-hewan penidur, sebagian besar dari kita secara naluriah akan berpikir tentang sloth (yang dikenal sebagai hewan yang paling lambat), atau kemungkinan kucing hewan peliharaan kita. Tetapi juara sejati dari zzzz (tidur) sangat tidak terduga.

Hewan-hewan tidur dengan cara yang berbeda. Kita sangat mengenal ide bahwa tidur merupakan sebuah keadaan yang pasif, ketika seekor hewan tidak bergerak terlalu banyak dan ototnya rileks, tetapi itu bukan sebuah aturan yang ketat dan bebas: sejumlah burung-burung yang mengantuk masih dapat terbang, tidur dengan setengah otak mereka.

“Tidur merupakan sebuah cara yang digunakan hewan agar lebih efesien,” kata Direktur Pusat Penelitian Tidur di UCLA California AS Dr Jerome Siegel.

Sejumlah binatang tidur lebih lama dibandingkan yang lainnya, dan Siegel mengatakan hal itu sebagian besar tergantung dari berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk makan. “Hewan-hewan yang mengkonsumsi makanan dengan kepadatan kalori rendah, tak banyak tidur, meskipun tidur dapat disesuaikan dengan kebutuhan binatang.”

Secara keseluruhan, herbivora disebutkan memiliki waktu tidur yang lebih sedikit dibanding karnivora, karena mereka butuh waktu lebih banyak untuk menguyah untuk menghasilkan energi dari makanan mereka.

Hal ini terutama berlaku bagi pemakan tumbuhan berukuran besar seperti Jerapah. Pada 1970an, para ilmuwan mengamati jerapah yang hidup di alam liar, hanya tidur nyenyak selama lima sampai 30 menit sehari.

Tanpa tidur itu juga terjadi karena mekanisme pertahanan. "Mengurangi tidur oleh hewan-hewan yang rentan kemungkinan merupakan adaptasi mereka untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap predator," jelas Dr John Lesku dari Universitas La Trobe di Melbourne, Australia.

Hak atas foto AFP I Getty Images

Sebaliknya, predator rupanya dapat menghabiskan lebih sedikit waktu untuk memantau ke bagian belakang mereka, terutama jika berada dalam kelompok sosial. Singa-singa terkenal dengan kebiasaan mereka yang berbaring hampir sepanjang hari. Dalam kandang mereka diketahui tidur selama 10 sampai 15 jam berhari.

Tetapi daripada menghabiskan waktu untuk tidur panjang, singa-singa "cathemeral" artinya mereka tidur untuk sejenak beristirahat. Menurut Siegel, ini dilakukan jadi mereka tidak kehilangan mangsa.

"Seekor Hewan yang lapar butuh tidur yang lebih sedikit jika tersedia makanan, dan lebih banyak tidur jika tak ada makanan," kata dia. "Hewan-hewan yang tidak membuat 'keputusan' yang tepat cenderung tidak akan melebihi keturunan mereka.

Patut diingat bahwa sejumlah pakar sains telah secara sukarela untuk bangun sepanjang malam untuk memantau singa-singa yang tidur. Faktanya, berupaya untuk dapat mencari hewan liar secara langsung merupakan tantangan terbesar untuk memahami pola tidur mereka.

Hak atas foto AFP
Image caption Armadillo

Sebagai contoh, armadillo raksasa masuk dalam daftar hewan yang mudah mengantuk menilik dari kebiasaan mereka menghabiskan waktu sekitar 18 jam di dalam liang bawah tanah. Tetapi tidak ada bukti bahwa mereka menghabiskan seluruh waktu untuk istirahat tidur.

"Sebenarnya kami menduga mereka juga makan, secara umum liang mereka dekat dengan gundukan sarang rayap dan kamar tidur mereka seringkali berada di dasar gundukan rayap itu," Dr Arnaud Desbiez, koordinator Proyek Pantanal Giant Armadillo.

Ketika kami mencoba untuk melihat apa yang hewan itu lakukan, sikap tubuh seringkali menjadi kunci untuk membedakan apakah hewan itu tidur atau tidak.

Sebagai contoh, jerapah mengistirahatkan kepala mereka di pantat mereka. Di tempat lain, koala dalam posisi yang merosot atau duduk, dan mereka dikabarkan hanya terjaga selama dua jam per hari.

Hak atas foto AFP
Image caption Sloth berleher coklat

Menurut sebuah penelitian terhadap aktivitas koala di Victoria, mereka sebenarnya tidur sekitar 14,5 jam dan menghabiskan waktu hampir lima jam untuk istirahat. Mereka membutuhkan waktu untuk mencerna makanan mereka, yaitu daun kayu putih, dan hanya memberikan energi yang rendah.

Dalam penelitian yang dilakukan 2013 lalu, koala-koala liar yang dipasang akselerator untuk mengukur aktivitas mereka sehari-hari, tetapi alat itu tidak terlalu sensitif untuk memahami jeda tidur mereka.

"Standar emas" dalam mengidentifikasikan tidur adalah memastikan gerakan elektrik yang dikirimkan oleh otak, menggunakan electroencephalography (EEG).

Untuk alasan ini, data yang paling rinci dari hewan yang tidur di kandang. Menurut Lesku, rekor hewan yang memiliki catatan tidur terlama yaitu armadillo raksasa berambut yaitu 20,4 jam dan tikus kantong kecil 20,1 jam.

Tetapi meski anggapan ini harus diperlakukan dengan hati-hati. "Ini merupakan hewan-hewan liar yang dibawa ke dalam lingkungan laboratorium yang asing dan dicatat dalam sebuah lingkungan baru, yang memiliki potensi bahaya dengan makanan yang disediakan," jelas Lesku.

Misalnya, seekor kelelawar kecil yang diteliti pada 1969 lalu dan menghasilkan sebuah reputasi hewan ini sebagai penidur yang paling lama. Mereka menutup mata selama 19,9 jam dalam periode 24 jam.

Tetapi itu melekat ke sebuah komputer dibanding bergantung di dinding gua seperti kebiasaannya, dan suhu yang diubah. "Dugaan saya ini merupakan salah satu kelelawar yang kompromistis dan sulit untuk menyebutnya mewakili dari hewan liar," jelas Lesku.

Secara khusus, hewan itu mungkin belum tidur sama sekali. Sebaliknya, hewan itu dapat juga disebut mati suri yang ekstrim.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kelelawar

Banyak hewan yang masuk dalam tahapan hemat energi disebut mati suri. Ketika hewan-hewan seperti kelelawar masuk dalam periode mati suri di suhu yang dingin, kami menyebutnya sebagai hibernasi. Dalam temperatur yang panas dikenal sebagai aestivasi.

Sejumlah hewan mati suri setiap hari. Cerpelai dan sejenis tikus panjang di Amerika keduanya dapat tidur rata-rata selama 14 jam, menurut sebuah kajian tahun 2014.

Mati suri sangat berbeda dengan tidur. Itu merupakan sejenis dormansi: laju metabolik dan temperatur tubuh keduanya turun dan aktivitas otak secara dramatis menyusut, untuk menghemat energi.

Untuk menguji aktivitas otak ketika hewan benar-benar tidur di alam liar, para ahli sains memulainya dengan yang paling terkenal sebagai penidur: Sloth.

Dalam penangkaran mereka diketahui tidur lebih dari 15 jam, tetapi pada 2008, para peneliti menemukan sloth yang hidup di alam liar tidur lebih sedikit.

Setelah sloth dengan tenggorokan berwarna coklat di Panama dengan catatan EEG yang kecil, mereka menemukan hewan-hewan itu tidur kurang dari 10 jam.

Hampir sama dengan singa-singa dan lebih sedikit dari koala atau hewan yang berada dalam kurungan.

Hak atas foto AFP

Namun, 40% waktu sehari yang dihabiskan untuk istirahat merupakan jumlah yang luar biasa, terutama untuk hewan yang hanya makan buah dan daun-daunan, dan dapat dimangsa oleh kucing dan elang.

Satu penjelasan yang paling mungkin bahwa sloth telah berevolusi untuk menyatu dengan lingkungan menggunakan kamuflase yang baik - dan secara sengaja menahan perilaku mereka. Jika itu benar, reputasi mereka sebagai penidur tampaknya tidak mungkin diganggu, walaupun itu tidak benar-benar adil.

Anda bisa membaca artikel What is The Sleepiest Animal on Earth? atau artikel lain dalam BBC Earth.

Berita terkait