Kisah nyata para kolektor tulang di Inggris

Hak atas foto Chris Baraniu

Bulan demi bulan berlalu, namun tak ada yang pernah melihatnya. Seiring dengan musim dingin yang datang dan pergi, orang-orang menduga sesuatu pasti terjadi pada perempuan dari Aberdeen, yang tidak pernah terlihat lagi sejak September 2014 itu.

"Terakhir kali dia terlihat di pinggir laut, dan kesimpulan terbaik yang kami miliki - mengingat dia tampak menghilang ditelan bumi - adalah dia mungkin tenggelam di air," kata Kepala Detektif Polisi Skotlandia, Inspektur Davie Hadden mengingat kejadian itu.

Tragisnya, insting Hadden terbukti benar. Pada April 2015, seorang nelayan di pantai Aberdeen, di utara Skotlandia, menarik sesuatu dari jalanya. Itu tampak seperti bagian atas tengkorak manusia. Analisa DNA kemudian membuktikan bahwa itu adalah perempuan yang hilang.

Tetapi, apa yang menyebabkan kematiannya? Apakah ada tanda-tanda trauma atau kekerasan pada tengkoraknya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, polisi selalu pergi ke tempat yang sama, ke para pakar tulang Skotlandia di University of Dundee.

Para kolektor tulang di Inggris itu adalah para spesialis anatomi manusia yang membentuk - istilahnya - "layanan tulang belulang" untuk kepolisian, yang dipercaya sebagai pertama di dunia.

Polisi bisa mengirimkan foto-foto tulang yang ditemukan dalam penggalian ketika ada pekerjaan bangunan, atau yang ditemukan di ruang publik oleh warga. Apakah ini bukti pembunuhan atau tulang belulang orang yang hilang? Surat elektronik singkat yang dikirim ke layanan tulang belulang mungkin adalah solusi untuk menemukan jawaban.

Hak atas foto Chris Baraniuk

Dalam kasus ini, Hadden hanya ingin opini lanjutan terkait tengkorak itu. Timnya mengirim sejumlah foto ke Lucina Hackman, satu dari responden layanan tulang belulang. Mereka kemudian membawa tengkorak itu dalam bentuk fisik agar Hackman bisa memeriksanya. Apakah ada tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang ganjil menimpa perempuan itu?

Dengan kondisi tengkorak yang sudah tenggelam di bawah laut berbulan-bulan lamanya, ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab.

Tetapi Hackman bisa memastikan bahwa tengkorak ini perempuan dan dewasa. Dia juga bisa mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Binatang, sayur, atau mineral?

Dibanyak kesempatan, foto yang masuk ke layanan tulang belulang tidak berbentuk seperti tulang manusia sama sekali. Tetapi, polisi tidak mengerti itu. Selama ada kemungkinan itu adalah tulang manusia, mereka harus memperlakukan sebuah lokasi sebagai tempat kejadian perkara (TKP) dan menugaskan petugas menyelidiki kasus itu - artinya ini akan cukup menghabiskan anggaran dari pajak dan menyita waktu polisi yang berharga.

Tapi para analis di layanan tulang belulang, yang siap ditelepon dari pukul 7 pagi hingga 10 malam, tujuh hari dalam sepekan, bisa membalas dengan hitungan menit. Hanya dengan melirik foto melalui ponsel, laptop, atau iPad mereka, pendiri layanan bernama Sue Black biasanya bisa langsung menyimpulkan itu tulang manusia atau binatang.

Kadang, jawabannya sudah siap untuk pada polisi secepat kita menunggu air mendidih di ketel.

Hak atas foto Chris Baraniuk

Layanan ini juga gratis - dan Black ingin tetap begitu. Dia melihat ini adalah hubungan yang penting antara departemen ilmu forensik universitas dan kepolisian, serta sebagai pembelajaran yang baik bagi para muridnya.

Ketika Black meluncurkan layanan ini pada 2008, tidak ada fasilitas sejenis di dunia, paling tidak sepanjang sepengetahuannya. Layanan ini dengan cepat menjadi populer dan kini menangani sekitar 450 kasus per tahun.

Kasus-kasus itu datang dari berbagai penjuru Inggris dan bahkan lebih jauh. Ahli patologi dan polisi yang pindah tugas biasanya membawa pengetahuan terkait layanan itu, sehingga kadang ada permintaan dari Kanada, India, dan Australia. Tim Black tentu menjawab semua permintaan.

Namun, petugas kepolisian Inggris-lah yang paling akrab dengan fasilitas itu. Lanskap Inggris ternyata banyak menyimpan tulang belulang. Kombinasi dari sejarah dan cuaca yang tidak menentu membuat tulang-tulang itu muncul ke permukaan secara terus menerus. Di sekitar Skotlandia, misalnya, Hackman mengatakan ada banyak pemakaman pantai - yang biasanya terungkap ketika terjadi pasang naik dan angin kencang.

Foto sirip anjing laut terutama, muncul agak sering, kata Black. Sirip anjing laut yang membusuk di pantai bentuknya sangat mirip dengan tangan manusia.

Lalu bagaimana para ahli anatomi mengetahui perbedaannya? Dan bagaimana mereka belajar untuk mengidentifikasinya dengan cepat, dari foto yang kebanyakan diambil dari ponsel?

"Kami harus sangat familiar dengan spesies laut seperti juga spesies yang hidup di darat, juga dengan spesies yang bisa terbang, dan mengerti perbedaan binatang peliharaan dan binatang di peternakan," kata Black. “Ini dilakukan di seluruh spektrum."

Inilah mengapa mengoleksi tulang adalah hal yang penting.

Tulang-tulang di lemari

Sebuah ruangan milik layanan itu, dipenuhi dengan kotak-kotak penyimpanan. Beberapa di antaranya mirip seperti kotak penyimpanan beras atau kari - yang kedap udara, dan ternyata, cocok untuk menyimpan tulang berukuran kecil.

Spesimen di dalamnya beragam dari tengkorak ternak, rubah, anjing, kucing, ayam, lumba-lumba, burung, domba, rusa, dan bahkan cerpelai - binatang mirip berang-berang yang hidup di sungai-sungai Inggris.

Hak atas foto Chris Baraniuk

Kotak-kotak itu dipisahkan mana yang merupakan satu set kerangka atau spesimen yang masih kurang beberapa tulang. Satu kotak ada yang diberi label "aneka kaki."

Bertahun-tahun lamanya, Dundee telah mengumpulkan koleksi ini dari donasi, dan juga sering, mengambil bintang yang mati di jalanan.

Di ruangan yang lain Hackman mengangkat tutup kotak putih untuk memperlihatkan sesuatu yang mengerikan - ratusan kumbang dermestid yang berlari ke sana sini di atas tumpukan tulang.

"Tugas mereka adalah menghilangkan jaringan otot," kata Black. "Jadi jika seseorang menabrak kelinci di jalan dan membawanya pada kami, para pengumpul tulang akan mengulitinya dan meletakan bangkainya di antara kumpulan kumbang."

Pengetahuan tentang spesimen dan bagaimana mereka membusuk adalah kunci yang membuat analisa kilat Black menjadi mungkin.

Kembali ke ruang kerjanya, Black menunjukan arsip permintaan polisi dari Inggris dan negara lain di dunia. Dia membuka satu file yang datang kemarin: tulang kotor yang sepertinya telah rusak. "Ini dipotong dengan gergaji yang cukup kasar," katanya.

Dia mengklik gambar lain. Bentuk rahang muncul. "Ah, OK, jadi ini manusia," katanya. "Akan lebih baik jika lumpurnya disingkirkan," katanya. Kadang polisi enggan untuk membersihkan tulang-tulang itu, dan seringnya foto itu tidak fokus.

Dalam kasus ini, tulang itu manusia tetapi sepertinya tergolong purba. Dari ratusan kasus yang diterima oleh layanan ini tiap tahun, hanya satu atau dua yang mungkin saja tulang manusia, dan dengan demikian bisa banyak menghemat uang dan waktu polisi. Sekarang, layanan tulang belulang ini akan memberitahu polisi dan merekomendasi mereka untuk bertanya pada arkeolog lokal apakah wilayah itu adalah lokasi pemakaman purbakala.

TKP atau situs arkeologis?

Jika ada keraguan terkait usia tulang tersebut, mereka selalu bisa melacaknya dengan analisis kimia. Salah satu penyedia layanan itu adalah Gordon Cook dari laboratorium penanggalan radiokarbon di Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Skotlandia.

Laboratorium Cook bisa mengambil sejumlah miligram kolagen dari tulang, lalu mengekstrak dan menganalisis karbon untuk melihat seberapa banyak kadar karbon-14.

Karbon-14 adalah indikator yang baik untuk menandakan usia spesimen karena alasan yang cukup menyeramkan - bom nuklir.

“Dari sekitar pertengahan tahun 1950-an hingga awal 1960-an, ada sejumlah negara yang melakukan percobaan senjata nuklir di atmosfir dan satu hasil tambahannya adalah karbon-14," kata Cook.

"Unsur itu masuk ke tanaman dengan mudah, dari tanaman ke hewan, hewan ke manusia. Jadi semua yang hidup di era nuklir [...] akan memiliki sinyal karbon-14."

Hak atas foto Chris Baraniuk

Karena ada pakta yang mengatur larangan uji coba nuklir, percobaan senjata yang dilakukan di atmosfer dihentikan. Ini berarti bahwa analisis ini tidak selalu berguna. Untuk saat ini, analisa juga sulit karena kolagen di tulang manusia biasanya tergantikan perlahan, sehingga jumlah karbon-14 tidak menjadi indikator pasti untuk menunjukan kelahiran atau kematian.

Meskipun begitu, karbon-14 tertanam ketika gigi dibentuk dan tidak mengalami perubahan, sehingga Cook dan para analisnya bisa menentukan tanggal lahir.

Walau di banyak kasus yang ditangani Cook dan Black bukan berada di jaman modern – atau, dalam kasus Black, bahkan bukan manusia – peran mereka tetap menjadi sangat krusial dalam sedikit kasus yang mereka tangani.

Kasus perempuan di Aberdeen adalah satu contohnya.

“Ketika Anda berbicara kepada keluarga orang hilang, mereka berbicara tentang kegagapan, bahwa mereka tidak bisa tenang menerima itu semua. Dan ketika Anda menemukan (orang hilang), ini menjadi cerita yang sedih," kata Black. "Tetapi, ada kebaikan di situ."

"Anda memang merebut harapan mereka, tetapi setidaknya Anda mendapatkan sebuah kenyataan."

Anda bisa menyimak berita ini dalam bahasa Inggris berjudul Britain's real life collectors atau berita lain di BBC Future.

Berita terkait