Fakta 'mengerikan' tentang kematian di Puncak Everest

Puncak Everest Hak atas foto Getty
Image caption Puncak Everest kini menjadi kuburan massal.

Ketika para pendaki mencoba mencapai Puncak mereka harus menghadapi fakta seram: ketika pegunungan itu mengambil nyawa, jenazah mereka yang mati akan berada di sana dalam waktu yang lama.

Jenazah yang masih berada di pegunungan tersebut kini lebih dari 200. Ketika para pendaki meninggal dunia, hampir mustahil mengambil jenazah mereka.

Seperti ditulis Rachel Nuwer untuk BBC Future tahun lalu, “Para pendaki dan Sherpa (pengangkat beban) terbaring di dalam rekahan, terkubur di longsoran salju dan tergeletak di dasar jurang. Tubuh mereka terterpa sinar matahari dan kacau bentuknya.”

Jenazah ini begitu banyak di puncak, dan banyak kejadian, pendaki harus melangkahi jenazah-jenazah itu untuk mencapai Puncak Everest.

BBC News melaporkan tiga orang pendaki lagi telah meninggal di pegunungan itu dalam waktu empat hari: Subhash Paul dari India, Eric Ary Arnold dari Belanda dan Maria Strydom dari Australia.

Rekan Paul juga dilaporkan hilang sebelumnya.

Hak atas foto Nigel Hawtin
Image caption Sumber: Richard Salisbury dan Elizabeth Hawley, Himalaya Database. Catatan: Dalam beberapa kasus, beberapa kematian dalam satu lokasi, mis. gempa 2015 yang menewaskan 18 orang.

Puncak Everest telah ditaklukkan beberapa kali hingga mudah untuk dilupakan bahwa ia demikian berbahaya. Banyak pendaki tewas di tengah badai atau jatuh, tapi banyak juga yang tewas akibat ketinggian.

Di “zona kematian” dekat puncak, pikiran bisa tertutup bersama dengan tubuh yang melemah, menuju ke kelelahan dan keputusan yang buruk yang mengarah pada kematian.

Untuk mengingatkan bahaya Puncak Everest, grafik di bawah ini memperlihatkan kematian yang disebabkannya, hingga bulan Oktober 2015:

Hak atas foto Nigel Hawtin
Image caption Sumber: Richard Salisbury dan Elizabeth Hawley, Himalaya Database.

Dari waktu ke waktu, kematian menjadi semakin sering dan mengkhawatirkan sehingga pendakian dihentikan.

Namun banyak uang yang bisa dihasilkan untuk mereka yang berani mengambil risiko dan tampaknya tak akan ada ujung bagi antrean orang yang bersedia mempertaruhkan hidup mereka di atap dunia.

Baca lebih jauh laporan khusus dari Rachel Nuwer tentang kematian yang semakin menjadi masalah di Puncak Everest, serta apa yang membuat para pendaki terus mempertaruhkan hidup mereka, serta cerita sedih dari tubuh paling terkenal di bukit-bukit pegunungan itu:

Bagian satu: The tragic tale of Mt Everest’s most famous dead body

Bagian dua: Everest Death in the clouds: The problem with Everest’s 200+ bodies

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris The gruesome, sobering reality of death on Mount Everest, dan berbagai artikel sejenis di BBC Future.

Berita terkait